Konsep Lafaz Sakinah dan Tuma'ninah dalam Al-Qur'an

Muhammad Muslim Bin Abd Razak, 140303095 (2019) Konsep Lafaz Sakinah dan Tuma'ninah dalam Al-Qur'an. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Konsep Lafaz Sakinah dan Tuma'ninah dalam Al-Qur'an)
PDF DIGABUNG KESELURUHAN ISI.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Lafaz sakīnah dan ṭuma’nīnah mempunyai makna yang sama dari konteks bahasa yaitu ketenangan, namun ungkapan kedua makna tersebut di dalam Al-Qur’an mengandug sifat yang berlainan dan berbeda. Pertanyaan dalam skripsi ini adalah dari konteks apakah ungkapan lafaz dan perbedaan antara lafaz sakīnah ṭuma’nīnah di dalam Al-Qur’an. Sesuatu penelitian mempunyai tujuan yang tersendiri untuk dicapai. Antara tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan dari konteks apakah ungkapan sakīnah dan ṭuma’nīnah digunakan di dalam Al-Qur’an. Selain itu juga, penulis ingin mengetahui bagaimana perbedaan antara ungkapan lafaz sakīnah dan ṭuma’nīnah penggunaannya di dalam Al-Qur’an.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (libarary research), yaitu mencari informasi baik data primer maupun yang sekunder. Sumber data primer adalah dari ayat-ayat Al-Qur’an dan sumber data sekunder adalah dari kitab-kitab tafsir yang berhubung tentang masalah yang dibahas. Oleh karena objek kajian ini merupakan ayat-ayat Al-Qur’an yang tersebar dalam beberapa surat dan terfokus pada sebuah tema, maka penelitian ini menggunakan metode maudui’ tentang kajian lafaz tarāduf dengan pendekatan ‘ulum Al-Qur’ān.
Hasil dari penelitian ini adalah: pertama konteks lafaz sakīnah dari QS. Al-Baqarah: 6, membicara peti Tabut, QS. At-Taubah: 26, perang Hunain, QS. At-Taubah: 40, Hijrah, QS. Al-Fath: 4, mimpi Nabi, QS. Al-Fath: 26, Perjanjian Hudaibiyyah, QS. Al-Fath: 18, janji taat setia. Adapun konteks bagi lafaẓ tuma’nīnah pula di dalam QS. Al-Baqarah: 260, kekuasaan Allah, QS. Al-Anfal: 10, perang Badar, QS. Ali Imran: 126, perang Uhud, QS. An-Nisa’: 103, solat khuf, QS. Al-Maidah: 113, makanan, QS. Yunus: 7, kepuasan dunia, QS. An-Nahl: 160, redha beragama, QS. An-Nahl: 112, negeri aman, QS. Al-Hajj: 11, menyembah Allah, QS. Ar-Ra’d: 28, zikir dan QS. Al-Fajr: 27, membicara balasan syurga. Kedua penulis menenukan perbedaan. Di antaranya adalah, sakīnah adalah tenang dengan keadaan sesuatu sebelumnya ianya bergerak dan mengusir rasa takut serta kecemasan. Adapun tuma’nīnah pula adalah, ketenangan khusus pada hati ditunjangi dengan ilmu, pengabaran, keyakinan dan keberuntungan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.1 Ilmu-ilmu Al-Qur'an > 2X1.13 Bahasa Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Muhammad Muslim Abd Razak
Date Deposited: 25 Apr 2019 03:42
Last Modified: 25 Apr 2019 03:42
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/7316

Actions (login required)

View Item View Item
TOP