Strategi Majelis Adat Aceh (MAA) dalam Melestarikan Budaya Aceh

Jum'addi, 140403085 (2019) Strategi Majelis Adat Aceh (MAA) dalam Melestarikan Budaya Aceh. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Pelestarian Adat dan Budaya Aceh)
Jum'addi.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Pelestarian Adat dan Budaya Aceh)
Form B dan Form D.pdf
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul “Strategi Majelis Adat Aceh (MAA) dalam Melestarikan Budaya Aceh” Strategi dalam melestarikan budaya Aceh diterapkan bertujuan untuk meningkatkan mutu Kebudayaan Aceh kepada masyarakat Aceh sendiri. Latar Belakang Masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana menjalankan atau melestarikan budaya Aceh sehingga terjaga budaya Aceh tetap dipertahankan dan di kenal di seluruh masyarakat Aceh maupun dunia sekalipun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi Majelis Adat Aceh dalam Melestarikan Budaya Aceh serta faktor pendukung dan penghambat Majelis Adat Aceh dalam Melestarikan Budaya Aceh, penelitian ini diklasifikasikan sebagai penelitian pustaka dengan menggunakan penerapan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan, jurnal-jurnal, situs-situs website, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan skripsi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa startegi yang dilakuakan Majelis Adat Aceh dalam melestarikan budaya Aceh melalui pembinaan nilai-nilai adat dengan sosialisasi, pelatihan, serta pembinaan dan pengembangan kehidupan hukum adat dan adat istiadat. Pelestarian adat istiadat, MAA kekuatan berupa sumber daya manusia (ahli/ pakar adat) yang cukup memadai dan Qanun khusus yang mengatur tentang Lembaga Adat Aceh. Tidak hanya itu, kemajemukan masyarakat aceh yang mayoritas beragama Islam menjadi peluang bagi majelis adat Aceh untuk melestarikan budaya yang berlandas syariah. Globalisasi membawa dampak yang sangat kuat dalam perkembangan budaya disuatu daerah Provinsi, Kabupaten/Kota. Hal ini menuntut budaya harus mampu beradaptasi dan menyeimbangkan perkembangan zaman. Budaya peninggalan nenek moyang akan menghilang jika masyarakat Aceh khusunya MAA tidak mampu mengemas budaya tersebut dalam konsep yang menarik. Perkembangan zaman yang kian cepat menuntut peran besar Majelis Adat Aceh. Karena pengaruh budaya luar, generasi muda yang semakin kurang minat terhadap budaya sendiri, semangat cinta budaya sendiri yang makin terkikis menjadi ancaman yang harus diantisipasi oleh MAA.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing 1. Dr. Juhari, M.Si 2. Maimun Fuadi, S.Ag, M.Ag
Uncontrolled Keywords: Pelestarian Adat, Budaya,
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 306 Kebudayaan dan Pranata
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 370 Education (Pendidikan) > 371 Sekolah dan Aktivitasnya: Pendidikan luar biasa
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 370 Education (Pendidikan) > 371 Sekolah dan Aktivitasnya: Pendidikan luar biasa > 371.1 Guru dan Pengajaran
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Manajemen Dakwah
Depositing User: Jum`addi Efendi
Date Deposited: 17 May 2019 03:06
Last Modified: 17 May 2019 03:06
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/7936

Actions (login required)

View Item View Item
TOP