Analisis Keabsahan Transaksi Jual Beli Buku Reproduksi Tanpa Izin Penerbit Dalam Perspektif Ḥaq al-Ibtikār (Suatu Penelitian di PT. Erlangga Banda Aceh)

Ulfa Nabila, 140102123 (2019) Analisis Keabsahan Transaksi Jual Beli Buku Reproduksi Tanpa Izin Penerbit Dalam Perspektif Ḥaq al-Ibtikār (Suatu Penelitian di PT. Erlangga Banda Aceh). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Analisis Keabsahan Transaksi Jual Beli Buku Reproduksi Tanpa Izin Penerbit Dalam Perspektif Ḥaq al-Ibtikār)
ULFA NABILA UPLOAD.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Preview

Abstract

Hak cipta dalam hukum Islam diistilahkan dengan ḥaq al-ibtikār, yaitu hak cipta atau kreasi yang dihasilkan oleh seseorang untuk pertama kalinya. Ḥaq ibtikār ini akan berpengaruh luas apabila telah dipaparkan dan ditulis di atas suatu media. Ḥaq Ibtikār yang digunakan dalam kepentingan perlindungan oleh penerbit dan penulis buku di Indonesia tidak menghentikan terjadinya reproduksi buku yang dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin mendapatkan keuntungan tanpa memikirkan kerugian dari penerbit dan penulis buku. Adanya Undang-Undang Hak Cipta Nomor 19 Tahun 2002 sekalipun tidak memudarnya tindakan reproduksi buku ini. Adapun fokus penelitian dengan rumusan masalah yaitu bagaimana hukum melakukan reproduksi buku tanpa izin menurut ḥaq ibtikār dan hukum positif, dan bagaimana penanggulangan yang dilakukan oleh penerbit PT. Erlangga terhadap adanya transaksi jual beli buku reproduksi, serta keabsahan transaksi jual beli buku reproduksi tanpa izin penerbit dalam perspektif ḥaq ibtikār. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu sebuah metode yang mengandung gambaran aktual terhadap fakta dari penelitian, pengumpulan data dilakukan dengan penelitian kepustakaan (library research) dan lapangan (field research), teknik pengumpulan data dengan wawancara pada penerbit PT. Erlangga. Hasil penelitian diperoleh bahwa adanya transaksi reproduksi buku yang dilakukan perusahaan percetakan dan fotocopi tidak membuat penerbit diam saja, dalam menghentikan tindakan reproduksi buku ini pihak penerbit melakukan tindakan proteksi sebelum melaporkannya ke pihak berwajib, seperti melakukan teguran terhadap percetakan atau fotokopi yang melakukan reproduksi buku dan sosialisasi ke masyarakat bahwa pentingnya membeli buku asli yang diterbitkan oleh penerbit. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa transaksi jual beli buku reproduksi tidak dibenarkan karena telah melanggar aturan hak cipta yang telah ditetapkan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Prof. Dr. Iskandar Usman, MA 2. Muhammad Iqbal, MM
Uncontrolled Keywords: Ḥaq ibtikār, hak cipta, reproduksi buku
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 302 Interaksi sosial
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Ulfa Nabila
Date Deposited: 24 May 2019 01:49
Last Modified: 24 May 2019 01:49
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/8009

Actions (login required)

View Item View Item
TOP