Nusyuz dalam Perspektif Al-Quran

Ummi Khoiriah, 341103086 (2016) Nusyuz dalam Perspektif Al-Quran. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Membahas Tentang Nusyuz menurut Al-Quran)
Ummi Khoiriah.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam kehidupan rumah tangga, seorang suami bertanggungjawab memenuhi hak istrinya, begitu juga sebaliknya. Dengan ketetapan tersebut, Islam menginginkan terciptanya keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Namun hal yang lazim terjadi di antara interaksi suami dan istri adalah perselisihan karena nusyūz. Allah swt. memberi solusi pemecahan masalah nusyūz istri pada surat an-Nisā’: 34 dan nusyūz suami pada surat an-Nisā’: 128. Akan tetapi kedua penyelesaian ini terkesan tidak seimbang, karena pemecahan nusyūz istri yaitu dengan nasihat, pemisahan di tempat tidur, dan memukul. Sedangkan pemecahan nusyūz suami hanya berdamai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyelesaian nusyūz suami dan istri berdasarkan al-Quran dan mengetahui keseimbangan penyelesaian nusyūz suami dan istri berdasarkan al-Quran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maudhu’i, yaitu metode menghimpun beberapa ayat yang memiliki tema yang sama dan membahasnya dalam sebuah topik atau judul. Penulis mendapati bahwa hasil dari penelitian ini yaitu penyelesaian nusyūz istri pada surat an-Nisā’: 34 ialah nasihat yang menyentuh dari suami, pengabaian suami kepada istri di tempat tidur bukan di luar kamar ataupun di luar rumah, dan memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan, tidak membekas serta bukan di wajah. Namun jika cara pertama berhasil membuat istri kembali taat, maka suami tidak perlu menggunakan langkah kedua maupun ketiga. Sedangkan penyelesaian nusyūz suami pada surat an-Nisā’: 128 yaitu perdamaian yang diharapkan muncul dari istri. Istri merelakan sebagian haknya atas suami tidak ditunaikan agar ikatan pernikahan keduanya tetap terjalin. Keduanya seimbang jika dilihat dari tujuan yang ingin dicapai, yaitu mempertahankan keutuhan rumah tangga. Namun perbedaan cara tersebut juga tidak dapat dikatakan salah, karena tabiat laki-laki dan perempuan pada dasarnya berbeda. Maka, penyelesaian masalah keduanya juga berbeda menyesuaikan kebutuhan keduanya. Dalam hal ini Allah swt. sebagai Sebaik-baik Pencipta-lah yang paling mengerti kebutuhan makhluk-Nya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr.Salman Abdul Muthalib,Lc.,M.Ag 2. Zainuddin,S.Ag.,M.Ag
Uncontrolled Keywords: Nusyuz, Al-Quran
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: ummi Khoriah
Date Deposited: 20 Sep 2017 08:22
Last Modified: 20 Sep 2017 08:22
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/801

Actions (login required)

View Item View Item
TOP