Ali Abubakar, 2001017106 (2010) Penyelesaian Perkara Pidana dalam Adat Aceh. Media Syariah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial, XII (23). pp. 33-44. ISSN 1411-2353
Penyelesaian Perkara Pidana-MEDIASYARIAH.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (1MB) | Preview
Abstract
Dalam penyelesaian perkara pidana terjadi pergeseran konsep keadilan yaitu dari keadilan atas dasar pembalasan ke arah yang bersifat keadilan yang menekankan pentingnya aspek restoratif. Dalam masyarakat Aceh, ini tercermin dalam bentuk perdamaian. Asas perdamaian ini adalah pemaafan dan anggapan dasar bahwa suatu persoalan akan menjadi besar jika dibesar-besarkan dan, sebaliknya, menjadi kecil jika diusahakan memperkecilnya. Tujuan utama sebuah perdamaian adalah tercapainya kompromi antara kedua belah pihak yang berperkara. Tugas peradilan adalah mengupayakan agar pihak-pihak yang berperkara memandang pihak lain sebagai teman, bukan sebagai lawan. Mekanisme sayam atau suloh lebih menunjukkan upaya mempererat silaturrahim dan penegakan kembali keseimbangan (equilibirium) antarkeluarga karena sudah terganggu oleh perkelahian berdarah.
Item Type: | Article |
---|---|
Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 340 Law/Ilmu Hukum > 345 Hukum Pidana |
Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Perbandingan Mazhab |
Depositing User: | Ali Abubakar Ali |
Date Deposited: | 08 Jul 2019 02:14 |
Last Modified: | 08 Jul 2019 02:14 |
URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/8508 |