Sistem Upah Joki Pacu Kuda Menurut Perspektif Akad Ijārah Bi Al-‘Amāl (Studi Kasus Di Desa Ramung Jaya Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah)

Laila Sari, 140102096 (2019) Sistem Upah Joki Pacu Kuda Menurut Perspektif Akad Ijārah Bi Al-‘Amāl (Studi Kasus Di Desa Ramung Jaya Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Sistem Upah Joki Pacu Kuda Menurut Perspektif Akad Ijārah Bi Al-‘Amāl (Studi Kasus Di Desa Ramung Jaya Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah))
LAILA SARI.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (6MB) | Preview

Abstract

Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja. Sitem upah joki dikalangan masyarakat desa Ramung Jaya tidak disebutkan berapa nominal yang akan dibayarkan kepada joki, akibat kebiasaan/ adat istiadat memang tidak disebutkan atau ditetapkan berapa upah joki tersebut. Hal ini dapat menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak maupun kedua belah pihak. Kerja sama seperti ini jelas mengandung ketidak jelasan yang mengakibatkan kecacatan akad kerjasama tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban dari persoalan pokok, yaitu bagaimana sistem penetapan upah joki pacu kuda yang dilakukan oleh pemilik kuda desa Ramung Jaya, serta bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap penetapan upah joki pacu kuda didesa Ramung Jaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pola metode deskriptif-kualitatif studi kasus, yaitu suatu penelitian yang mempelajari cara mendeskriptif objek penelitian berdasarkan data dan fakta, serta menganalisisnya melalui konsep-konsep yang telah dikembangkan sebelumnya, dengan penelitian sebagai instrumen dalam memecahkan permasalahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem penetapan upah joki pacu kuda yang biasa dilakukan oleh masyarakat desa Ramung Jaya sesuai dengan konsep akad ijārah bi al-‘amāl dilihat dari segi rukun dan syarat, yang mengakibatkan kerjasama penyewaan jasa joki ini menjadi cacat karena tidak disebutkannya berapa upah joki tersebut, faktor yang mengakibatkan terjadinya hal ini adalah faktor kebiasaan dan telah menjadi tradisi. Di lihat dari konsep ijārah bi al-‘amāl, akad ini tidak membolehkan adanya fasakh pada salah satu pihak, karena ijarah merupakan akad pertukaran, kecuali bila disepakati hal-hal yang mewajibkan fasakh.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing 1. Dr. Agustin Hanafi, Lc., MA 2. Badri, SHI., MH
Uncontrolled Keywords: Upah, Sistem Upah Joki, Ijārah Bi Al-‘Amāl
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.223 Sewa Menyewa (Ijarah)
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.23 Perjanjian (Termasuk Gadai)
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.231 Perburuhan
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.28 Perbandingan Hukum Islam dengan Hukum Lainnya dibidang Muammalat, Termasuk Hukum Adat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Laila Sari Sari
Date Deposited: 04 Jul 2019 07:21
Last Modified: 04 Jul 2019 07:21
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/8589

Actions (login required)

View Item View Item
TOP