Jual beli Game Online Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Pada Komunitas Game Online Banda Aceh)

Aulia Ikhsani, 140102187 (2019) Jual beli Game Online Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Pada Komunitas Game Online Banda Aceh). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Jual beli Game Online Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Pada Komunitas Game Online Banda Aceh))
SKRIPSI FIX.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (6MB) | Preview

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa pengaruh yang cukup besar dalam dimensi kehidupan dan kegiatan umat manusia. Melalui internet, dunia jual beli (business) telah memasuki era baru. Bermodalkan personal computer dan koneksi internet, masyarakat tidak perlu lagi susah payah berkeliling ditempat perbelanjaan untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Internet juga memasuki dunia hiburan salah satunya adalah game. Game online menjadi sangat popular di kalangan masyarakat. Popularitas game online tidak hanya dijadikan sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan semata, akan tetapi juga dijadikan objek komersialisasi untuk meraup keuntungan yang besar. Islam tidak mempermasalahkan perkembangan era baru dalam jual beli selama rukun dan syarat jual beli terpenuhi. Akan tetapi, sebagai objek yang baru masuk dalam lingkaran perdagangan, game online yang pada realitanya memperjualbelikan sebuah akun yang terdiri dari id dan password harus dikaji lebih dalam apakah rukun dan syaratnya terpenuhi menurut hukum Islam. Berdasarkan fakta ini, maka yang menjadi permasalahan dalam penulisan skripsi ini adalah bagaimana mekanisme transaksi pada jual beli game online dan pandangan hukum Islam terhadap jual beli game online. Untuk menjawab semua permasalahan diatas, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, dimana data yang diperoleh bersumber dari penelitian lapangan, penelitian kepustakaan, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pertama, mekanisme transaksi pada game online biasanya dilakukan via online yaitu melalui aplikasi chatting. Para pihak bernegosiasi untuk kesepakatan harga dan kemudian melakukan pembayaran melalui transfer ke rekening yang telah disetujui. Setelah itu penjual memberikan id serta password account atau inventaris pelengkap yang baru dibeli. Kedua, ketika di teliti lebih dalam ternyata terdapat cacat pada syarat nafaz (terealisasinya akad), yaitu kepemilikan game online tidak jelas (gharar). Segala jual beli yang mengandung unsur gharar bertentangan dengan hukum Islam. Sebab dapat mengubah nilai tolong menolong menjadi kezaliman. Ketiga, menurut hukum Islam game online tidak dapat dijadikan objek jual beli karena tidak mencukupi syarat objek, yaitu objeknya harus dapat dimanfaatkan secara syara’.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Dr. EMK Alidar, S.Ag., M. Hum Pembimbing II : Muhammad Syuib, MH., MLegSt
Uncontrolled Keywords: Game Online, Jual Beli, Hukum Islam.
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X0 Islam > 2X0.6 Islam dan Teknologi
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.21 Jual Beli (Murabahah)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Aulia Ikhsani Aulia
Date Deposited: 23 Jul 2019 03:06
Last Modified: 23 Jul 2019 03:06
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/8952

Actions (login required)

View Item View Item
TOP