Ungkapan Lafaz Bermakna Pakaian Dalam Al-Qur'an

Asrina Mauli, 341303410 (2019) Ungkapan Lafaz Bermakna Pakaian Dalam Al-Qur'an. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Ungkapan Lafaz Bermakna)
ASRINA MAULI OKE.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (6MB) | Preview

Abstract

Pakaian merupakan salah satu dari tiga kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat tinggal. Urgensi pakaian bagi manusia bahkan disebutkan dalam al-Quran. Namun, kata pakaian dalam al-Quran disebutkan dalam beberapa lafal. Penelitian ini secara khusus meneliti tujuh lafaz, yaitu libās, śiyāb, sarābīl,zinah, jalabib, khumur, dan risyan.Untuk itu, yang ingin diteliti di sini yaitutentang penafsiran lafaz libās, śiyāb, sarābīl, zinah, jalabib, khumur, dan risyan di dalam Al-Quran,kemudian konteks penyebutan lafaz libās, śiyāb, sarābīl, zinah, jalabib, khumur, dan risyandalam Al-Quran.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka(library research). Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis).Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebutan lafaz libās, śiyāb, sarābīl, zinah, jalabib, khumur, dan risyandi dalam al-Quran memiliki tafsiran yang berbeda. Pertama, lafaz libās secara umum digunakan dalam dua interpretasi makna, yaitu makna majazī dan makna haqiqī.Lafaz libāsdalam makna majazīyaitu kiasan berupa isteri sebagai pakaian suami. Dalam arti haqiqī, lafaz libās digunakan untuk arti pakaian jasmani yang dapat menutupi tubuh manusia. Kedua, lafaz śiyābbermakna pakaian jasmani yang fungsinya menutup tubuh manusia. Ketiga, lafaz sarābīl juga memiliki tafsiran makna tunggal, yaitu pakaian jasmani atau haqiqī. Keempat, tafsiran lafaz zīnah secara umum bermakna perhiasan. Kelima, tafsiran lafaz jalabib yaitu sebagai pakaian jasmani yang dapat menutup aurat wanita. Keenam, tafsiran lafaz khumur yaitu pakaian jasmani berupa kerudung, fungsinya menutup kepala, leher dan dada. Ketujuh, tafsiran lafaz risyan yaitu pakaian jasmani, baik berupa pakaian sehari-hari, maupun perhiasan yang dipakai oleh perempuan.Konteks penyebutan lafaz libās, śiyāb dan sarābīl ada kalanya disebutkan dalam konteks yang sama, yaitu menggambarkan pakaian jasmani yang akan digunakan orang-orang yang berada dalam surga dan neraka, bahkan digunakan juga dalam konteks penyebutan pakaian jasmani bagi orang-orang yang berada di dunia, meskipun secara makna, lafaz libās bermakna ganda, yaitu pakaian haqiqī dan pakaian majazī, sedangkan lafaz śiyāb dan sarābīl memiliki makna tunggal, yaitu hanya bermakna pakaian jasmani (haqiqī) saja. Lafaz zīnahdan risyan secara umum digunakan dalam konteks hiasan manusia di muka bumi. Di mana, hiasan tersebut bisa berupa anak sebagai hiasan orang tuanya, serta bulan dan bintang sebagai hiasan penciptaan dunia. Adapun konteks penyebutan lafaz jalabib dan khumur hanya digunakan dalam arti pakaian jasmani, yaitu pakaian yang dapat menutup aurat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Dr. Fauzi, S.Ag., Lc., MA 2. Dr. Muslim Djuned, M.Ag
Uncontrolled Keywords: Ungkapan Lafaz Berpakaian
Subjects: 200 Religion (Agama) > 208 Sumber Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Asrina Mauli
Date Deposited: 22 Jul 2019 01:58
Last Modified: 22 Jul 2019 01:58
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/8965

Actions (login required)

View Item View Item
TOP