Stigma Janda Dan Problematika Ekonomi Keluarga (Studi Di Gampong Simpang Tiga, Kluet Tengah, Aceh Selatan)

Rosmaini, 140402036 (2019) Stigma Janda Dan Problematika Ekonomi Keluarga (Studi Di Gampong Simpang Tiga, Kluet Tengah, Aceh Selatan). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

This is the latest version of this item.

[img]
Preview
Text (Stigma Janda Dan Problematika Ekonomi Keluarga (Studi Di Gampong Simpang Tiga, Kluet Tengah, Aceh Selatan))
rosmaini.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Hidup berkeluarga adalah hidup yang sempurna dilihat dari berbagai macam sudut pandang, namun demikian karena berbagai alasan kehidupan keluarga juaga tidak sedikit menimbulkan masalah, apalagi hidup tanpa pasangan sudah menjanda. Hidup status janda kadang-kadang tidak menyenangkan dikarenakan pandangan negatif (stigma) negatif terhadap janda, karena ada beberapa kasus janda berbuat sesuatu yang tidak terpuji dalam masyarakat, misalnya mengganggu atau menarik perhatian suami orang. Karena itu kasus seperti ini membuat janda mendapatkan cap negatif (stigma). Stigma adalah suatu ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya. Di sisi lain janda sering mengalami kesusahan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Dengan judul “Stigma janda dan Problematika Ekonomi Keluarga (Studi di Gampong Simpang Tiga, Kluet Tengah, Aceh selatan. Tujuan penelitian dalam ini adalah fenomena stigma masyarakat terhadap Janda di Simpang tiga Kluet Tengah Aceh selatan, cara janda merespon stigma negatif masyarakat terhadap dirinya dan problematika janda dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Dalam penelitian ini, menggunakan metode Penelitian kualitatif. Penelitian ini bersifat kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif kata-kata yang tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian masyarakat memberi cap negatif terhadap janda karena melakukan hal tidak terpuji seperti mengganggu suami orang. Di sisi lain juga di nilai negatif karena cara berpakaian janda dianggap tidak sopan, sehingga hal tersebut muncul stigma negatif dari masyarakat terhadap mereka. Namun sebagian janda menaggapinya dengan cuek dan mengganggap angin lalu, dan sebagian janda kadang-kadang menanggapinya dengan merasa sedih dan sakit hati. Di sisi lain mereka juga mengalami kesusahan dalam hal mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, karena tidak ada pengalaman dalam bekerja, karena sebelumnya hanya bergantung pada suami. Sehingga pada saat menjanda mereka mengalami kesulitan, karena semua menjadi tanggungannya. Di sisi lain bekerja sebagai buruh tani penghasilan yang diperoleh sekitar 50 ribu perhari, tentunya tidak memenuhi dan juga bekerja berkebun pinang dengan penghasilan sangat minim sekitar 50 ribu kadang 100 ribu itupun tidak setiap hari diperoleh, sehingga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dengan cara berhutang. Adanya stigma kadang-kadang membuat mereka merasa tergganggu, terutama aktivitas dalam mencari rizki, dan merasa minder sehingga tidak bisa berbuat apa-apa.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Drs. Muchlis Aziz,M.Si 2. Drs. Sa’i, SH., M.Ag
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.33 Perceraian
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.37 Menyusui dan Mengasuh / Memelihara Anak
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: Rosmaini Ros
Date Deposited: 24 Jul 2019 04:26
Last Modified: 24 Jul 2019 04:26
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/9130

Available Versions of this Item

  • Stigma Janda Dan Problematika Ekonomi Keluarga (Studi Di Gampong Simpang Tiga, Kluet Tengah, Aceh Selatan). (deposited 24 Jul 2019 04:26) [Currently Displayed]

Actions (login required)

View Item View Item
TOP