Pandangan Mufasir Klasik dan Modern Terhadap Ungkapan Al Bahr Al Masjūr

Ratna Juwita, 140303014 (2019) Pandangan Mufasir Klasik dan Modern Terhadap Ungkapan Al Bahr Al Masjūr. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

This is the latest version of this item.

[img]
Preview
Text (Membahas tentang Makna Al-Qur'an)
Ratna Juwita.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Kebiasaan makhluk hidup dalam kehidupan sehari hari tidak terlepas dari air dan api. Air dan api memiliki sifat yang berlawanan, air mematikan api sedangkan api menguapkan air. Akan tetapi terdapat fenomena yang ditemukan para ahli saat ini, yakni penemuan bahwa ada kobaran api (magma) di dasar lautan yang tidak bisa padam dan air yang di samudera itu tidak menguap. Lalu bagaimana mungkin dua hal yang berlawanan dapat hidup berdampingan tanpa mempengaruhi satu sama lainnya. Dan dalam Alquran terdapat indikasi mengenai kejadian ini yang disampaikan dengan lafaz al bahr al masjūr. Selain itu, terdapat beberapa perbedaan pendapat mufasir mengenai api di dasar lautan. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk melihat bagaimana pandangan mufasir klasik dan modern terhadap ungkapan al bahr al masjūr dan pandangan saintis terhadap fenomena api di dasar lautan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan adalah penelitian perpustakaan (Library Research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode tahlili (analisis) dan muqarran (perbandingan).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara penafsiran klasik dan modern terhadap lafal al bahr al masjūr. Para mufasir klasik di antaranya Ibnu Kathir, al Suyuṭi, al Zamakhsyari, Abu Su’ud dan al Syaukani memaknai al bahr al masjūr dengan penuh dan menyala, dan menganggap api tersebut akan menyala pada Hari Kiamat dan para mufasir modern di antaranya al Maraghi, Hasbi ash Shiddieqy, Sayyid Quṭb, Buya Hamka, Wahbah al Zuhaili dan Quraish Shihab juga memaknai al bahr al masjūr dengan penuh dan menyala, yang diartikan sebagai perut bumi atau gunung berapi yang berada di laut, dan hal ini menurut mereka terjadi sekarang yang dibuktikan dengan adanya berbagai fenomena di kehidupan saat ini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. Dr. Fauzi, S.Ag, Lc., MA; 2. Furqan Lc., MA
Uncontrolled Keywords: Pandangan Mufasir Klasik, Modern, Ungkapan Al Bahr Al Masjūr
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Ratna Juwita Ratna
Date Deposited: 01 Aug 2019 02:45
Last Modified: 01 Aug 2019 02:45
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/9333

Available Versions of this Item

  • Pandangan Mufasir Klasik dan Modern Terhadap Ungkapan Al Bahr Al Masjūr. (deposited 01 Aug 2019 02:45) [Currently Displayed]

Actions (login required)

View Item View Item
TOP