Perumpamaan Keledai Dalam Al-Qur’ān

Rima Diani, 140303060 (2019) Perumpamaan Keledai Dalam Al-Qur’ān. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Perumpamaan Keledai Dalam Al-Qur’ān)
Rima.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Berbagai cara al-Qur’ān dalam mengajarkan manusia, salah satunya dengan perumpamaan keledai yang digunakan sebagai media angkutan barang, membajak, tunggangan dan menjaga ternak. Keledai dianggap pekerja murah bertenaga besar, kalau sedang marah ia bisa jadi keras kepala dan meringkik dengan keras. Keledai mempunyai sifat rendah, hina, dan bodoh yang tidak dimiliki oleh binatang lainnya, dalam ungkapan Bahasa Arab, perumpamaan keledai adalah sebuah ejekan kasar bagi orang lain. Walaupun ia banyak digunakan oleh manusia seperti mengangkut barang, akan tetapi perumpamaan atas keledai tetap berupa ungkapan negatif. Allah menjadikan keledai sebagai perumpamaan yang berdiri sendiri atau selalu berkaitan dengan situasi dan kondisi tertentu. Sehingga penelitian terhadap ayat-ayat amthāl yang menyebutkan keledai menarik untuk dikaji, penulis mengangkat tema perumpamaan keledai dalam al-Qur’ān yang tertera di beberapa surat. Penelitian ini didasarkan pada dua rumusan masalah yaitu Bagaimana pengungkapan perumpamaan keledai dalam al-Qur’ān dan bagaimana karakteristik manusia yang ada pada keledai? Penulis berusaha mengungkapkan penafsiran tentang keledai yang dimaksud oleh para mufassir dan menjelaskan karakteristik manusia dibalik perumpamaan keledai tersebut. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode maudhu’i (tematik). Jenis penelitian bersifat studi kepustakaan (library research). Sumber data primer penelitian ialah kitab-kitab tafsir seperti TafsĪr al-Azhar karangan Hamka, al-Misbah karangan M. Quraish Shihab, TafsĪr al-Maragi karangan Ahmad Mustafa al-Maragi dan TafsĪr al-Qur’ān al-‘AdzĪm karangan Ibnu KathĪr. Adapun yang menjadi sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku, jurnal dan karya ilmiah lainnya yang relavan dengan pembahasan. Penulis menyimpulkan bahwa perumpamaan terhadap keledai sangat berkaitan erat dengan situasi dan kondisi tertentu. Di samping itu, perumpamaan ini tidak hanya berlaku untuk orang Yahudi dan Nasrani saja, akan tetapi terhadap seluruh manusia yang telah diberikan amanah. Bahkan yang terpenting, manusia bisa saja lebih tersesat dan bodoh daripada keledai, karena manusia diberikan akal dan hati untuk berfikir sedangkan keledai tidak memiliki akal dan pikiran.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Dr. Muslim Djuned, S.Ag, M.Ag. Pembimbing II : Nuraini, S.Ag, M.Ag.
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Rima Diani Rima
Date Deposited: 06 Sep 2019 02:25
Last Modified: 06 Sep 2019 02:25
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/9680

Actions (login required)

View Item View Item
TOP