Karakteristik Destana Pada Desa Paya Tieng Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Pasca Tsunami 2004

Delima Saflidar, 140305117 (2019) Karakteristik Destana Pada Desa Paya Tieng Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Pasca Tsunami 2004. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Karakteristik Destana Pada Desa Paya Tieng Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Pasca Tsunami 2004)
Delima.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Indonesia merupakan negara yang potensial sumberdaya alamnya, namun juga memiliki potensi besar terjadinya bencana. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti klimatologis, demografis dan geografis. Secara geografis, Indonesia diapit oleh tiga lempeng bumi yang aktif diantaranya adalah lempeng Pasifik, Indo-Australia dan Eurasia. Aceh sendiri merupakan bagian dari Indonesia yang secara geologis terletak pada jalur pegunungan aktif, kawasan beriklim tropik dan berada pada pertemuan 2 lempeng yang bertumbukan, yakni lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Sehingga persoalan bencana di Aceh bukanlah hal yang baru terjadi. Namun tsunami Aceh tahun 2004 lah yang seolah memperkenalkan issue kebencanaan secara serius kepada publik. Sehingga secara singkat pemerintah Indonesia akhirnya mengeluarkan UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Perka BNPB Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana). Di Aceh Besar sendiri, Desa Paya Tieng merupakan Desa yang sudah terbentuk sebagai Destana sejak tahun 2015. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana upaya legalisasi dokumen Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan menjadikannya bagian dari RPJM Desa Paya Tieng, mengetahui bagaimana proses pembentukan forum PRB dan bagaimana implementasi dari kedua hal di atas di dalam masyarakat Desa Paya Tieng. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini kemudian memberikan informasi bahwa upaya yang dilakukan dalam melegalisasi dokumen PRB adalah melalui 2 tahapan, yakni tahapan pembentukan dokumen, termasuk di dalamnya penyusunan, revisi dan penyesuaian dokumen dengan peraturan desa, dan terakhir adalah tahapan legalisasi atau pengesahan oleh Keuchik Desa Paya Tieng. Selanjutnya pada proses pembentukan forum PRB di Desa Paya Tieng memberiakn informasi bahwa, ternyata tidak semua masyarakat berpartisipasi secara aktif. Sehingga implementasi dari dokumen dan peranan aktif forum PRB yang telah terbentuk menjadi tidak optimal bahkan belum dijalankan sebagaimana mestinya. Tiga informasi di atas kemudian menggiring kesesuaian Desa Paya Tieng dengan 3 tipe Destana. Yakni Desa Paya Tieng termasuk pada tipe madya atau tingkat kedua Destana. Hal ini dipengaruhi oleh sebab-sebab internal dan eksternal dari Desa Paya Tieng sendiri. Seperti kurangnya solidaritas, integritas dan sinergisitas di wilayah desa. Lalu kurangnya ketegasan pemerintah baik pusat maupun daerah dalam menangani dan memantau berjalannya kebikan yang dibuat secara efisien dan efektif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1.Dr. Fauzi Saleh, S.Ag., Lc., MA 2.Zuherni AB., S.Ag., M.Ag
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 302 Interaksi sosial > 302.3 Interaksi sosial dalam kelompok
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 303 Proses sosial > 303.3 Koordinasi dan pengawasan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Sosiologi Agama
Depositing User: Delima Saflidar Delima
Date Deposited: 04 Sep 2019 08:38
Last Modified: 04 Sep 2019 08:38
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/9733

Actions (login required)

View Item View Item
TOP