Problematika Pasangan Suami Istri Dalam Melakukan Itsbat Nikah (Studi Kasus Di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya)

Nisrina, 140101032 (2018) Problematika Pasangan Suami Istri Dalam Melakukan Itsbat Nikah (Studi Kasus Di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya). Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[img]
Preview
Text (Problematika Pasangan Suami Istri Dalam Melakukan Itsbat Nikah (Studi Kasus Di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya))
Full Skripsi Nisrina.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Itsbat nikah merupakan suatu proses penetapan pernikahan yang sebelumnya tidak tercatat atau tidak dilakukan didepan Pegawai Pencatat Nikah di Kantor Urusan Agama (KUA). Selama ini pernikahan yang tidak dicatatkan belum mendapatkan kepastian hukum dikarenakan tidak adanya bukti otentik yang mendukungnya. Dengan adanya itsbat nikah ini diharapkan segala permasalahan hukum terkait suami istri serta pihak-pihak lain yang berkaitan akan mendapatkan haknya sebagaimana mestinya. Namun masih terdapat pasangan suami istri yang tidak mengajukan itsbat nikah di sebuah desa di Pidie Jaya. Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut, maka pokok persoalan yang akan diangkat dalam skripsi ini adalah: Bagaimana kewajiban itsbat nikah pasangan suami-isteri di Pidie Jaya, dan Apa yang membuat pasangan suami-isteri enggan melakukan itsbat nikah. Suatu karya ilmiah tentu harus mempunyai suatu tujuan yang hendak dicapai. Adapun tujuan dari pembahasan karangan ilmiah ini adalah: Untuk mengetahui kewajiban itsbat nikah pasangan suami-isteri di Pidie Jaya. Dan Untuk mengetahui alasan pasangan suami-isteri enggan melakukan itsbat nikah. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research), yaitu data-data dikumpulkan berdasarkan fakta lapangan. Data yang terlah terkumpul kemudian dianalisa melalui metode deskriptif analisis. Hasil analisa penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan itsbat nikah wajib dilakukan oleh pasangan suami-isteri yang tidak memiliki akta nikah. Sebab ketiadaan akta nikah tersebut di antaranya karena pernikahan dilakukan pada masa konflik, dan karena akta nikah tersebut hilang. Faktor-faktor masyarakat tidak mengajukan itsbat nikah adalah rata-rata dikarenakan menikah diluar KUA (Kantor Urusan Agama) yaitu dengan Teungku gampong dan Teungku gampong tersebut tidak memasukkan data pernikahan pasangan-pasangan yang telah di nikahinya sehingga para pasangan suami istri kesulitan untuk mengurus itsbat nikah mereka. Faktor-faktor lain juga dikarenakan adanya pola pikir tentang kekhawatiran terhadap biaya itsbat nikah dan jarak yang ditempuh untuk melakukan itsbat nikah yang lumayan jauh serta adanya rasa malu untuk mengikuti proses sidang itsbat nikah sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Drs. Burhanuddin A. Gani, M.A Pembimbing II : Muhammad Iqbal, SE, MM
Uncontrolled Keywords: Problematika, Pasangan Suami Istri, Itsbat Nikah.
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat)
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.31 Nikah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Nisrina Rina
Date Deposited: 10 Sep 2019 03:57
Last Modified: 10 Sep 2019 03:57
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/9765

Actions (login required)

View Item View Item
TOP