Pemahaman Akademisi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Terhadap Crab Mentality

Siti Raudhatul Wahdini, 231006023 (2025) Pemahaman Akademisi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Terhadap Crab Mentality. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Pemahaman Akademisi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Terhadap Crab Mentality] Text (Pemahaman Akademisi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Terhadap Crab Mentality)
Siti Raudhatul Wahdini, 231006023 (2025) tesis.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of Pemahaman Akademisi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Terhadap Crab Mentality] Text (Pemahaman Akademisi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Terhadap Crab Mentality)
Siti Raudhatul Wahdini, 231006023 (2025) tesis Cover- Bab 1.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Fenomena crab mentality, yakni kecenderungan menjatuhkan orang lain yang lebih unggul, masih marak terjadi dalam kehidupan sosial, termasuk akademik, meski al-Qur’an menekankan qanā‘ah, ukhuwah, solidaritas, dan etika kolegial. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana al-Qur’an menggambarkan fenomena tersebut, bagaimana akademisi Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir UIN ar-Raniry memaknainya, serta solusi Qur’ani yang ditawarkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka dan wawancara terhadap lima akademisi menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an memandang crab mentality sebagai perilaku lahir dari hasad dan penolakan terhadap ketetapan Allah, sebagaimana tercermin dalam kisah Qābil-Hābil dan saudara-saudara Yusuf. Tafsir klasik menekankan dimensi historis dan moral, tafsir modern menyoroti aspek psikologis dan sosial, sedangkan tafsir kontemporer menegaskan kebijaksanaan Ilahi dalam perbedaan rezeki dan potensi. Para akademisi memperluas pemahaman ini dengan mengaitkannya pada praktik akademik, seperti menahan informasi, meremehkan prestasi, atau menghalangi kemajuan rekan. Solusi yang ditawarkan mencakup penanaman sikap adil, menerima kelebihan dan kekurangan sebagai ketetapan Allah, menumbuhkan budaya kolaboratif, serta menghindari gosip, sabotase, dan peremehan dengan mengedepankan keikhlasan dan kejujuran ilmiah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa al-Qur’an menolak mentalitas saling menjatuhkan dan menawarkan kerangka etis berupa pengendalian diri, empati, solidaritas, dan kesadaran moral, sehingga kesuksesan orang lain harus dipandang sebagai motivasi, bukan ancaman.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Program Pascasarjana > S2 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Siti Raudhatul Wahdini
Date Deposited: 13 Jan 2026 07:55
Last Modified: 13 Jan 2026 07:59
URI: http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/52673

Actions (login required)

View Item
View Item