Perancangan Museum Kopi Aceh di Banda Aceh (Tema Arsitektur Neo Vernakular)

Alifya Furqan Fadrian, 180701066 (2023) Perancangan Museum Kopi Aceh di Banda Aceh (Tema Arsitektur Neo Vernakular). Other thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

[thumbnail of Perancangan Museum Kopi Aceh di Banda Aceh (Tema Arsitektur Neo Vernakular)] Text (Perancangan Museum Kopi Aceh di Banda Aceh (Tema Arsitektur Neo Vernakular))
Alifya Furqan Fadrian_180701066_FST_S.ars_compressed.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB) | Request a copy
[thumbnail of Perancangan Museum Kopi Aceh di Banda Aceh (Tema Arsitektur Neo Vernakular)] Text (Perancangan Museum Kopi Aceh di Banda Aceh (Tema Arsitektur Neo Vernakular))
Alifya Furqan Fadrian_180701066_FST_S.ars_COVER- BAB1.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Provinsi Aceh, yang terletak di Indonesia, merupakan salah satu daerah utama penghasil kopi di negara tersebut. Kopi yang dihasilkan terutama berasal dari varietas arabika dan robusta, yang umumnya ditanam di wilayah dataran tinggi Aceh seperti Gayo Lues, Takengon, dan Aceh Tenggara. Varian robusta juga tersebar luas di daerah Kabupaten Pidie, terutama di Tangse dan Geumpang. Selain terkenal sebagai daerah produsen kopi, Aceh juga dikenal sebagai tempat dengan banyak warung kopi. Minum kopi telah menjadi bagian gaya hidup masyarakat setempat, terutama setelah peristiwa tsunami yang mengubah fungsi warung kopi menjadi ruang publik yang lebih inklusif bagi berbagai kalangan, termasuk perempuan. Transformasi ini terjadi karena warung kopi telah menjadi tempat berkumpul yang penting, memungkinkan pertukaran ide-ide kreatif dan perbincangan yang mendalam. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka Provinsi Aceh memiliki urgensi yang signifikan untuk membangun Museum Kopi sebagai salah satu destinasi wisata budaya karena akan memberikan banyak manfaat, diantaranya dapat meningkatkan pariwisata, pendidikan dan kesadaran budaya, kemudian dapat menjadi wadah promosi produk lokal dan yang terakhir sebagai pusat riset dan inovasi dalam menjawab berbagai tantangan di bidang kopi. Dengan demikian dirancanglah museum dengan pendekatan rancangan Arsitektur Neo Vernakular untuk menjawab permasalahan tersebut. Pendekatan rancangan Arsitektur Neo Vernakular bertujuan untuk menyesuaikan kultur daerah sehingga mampu memberikan nuansa minumental dan ramah lingkungan. Perancangan Museum Kopi Aceh ini berlokasi di Jl. Sultan Iskandar Muda, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh dengan luas lahan 2,74 hektar.
Kata kunci: Museum Kopi Aceh, Arsitektur Neo Vernakular.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 700 Arts and Recreation > 720 Architecture (Arsitektur)
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Arsitektur
Depositing User: Alifya Furqan Fadrian
Date Deposited: 12 Jan 2026 07:15
Last Modified: 12 Jan 2026 07:15
URI: http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/52725

Actions (login required)

View Item
View Item