Elsa Ria, 200402044 (2025) Peran Badan Penasihat Pembinaan Dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Dalam Memediasi Kasus Gugat Cerai (Studi di KUA Kecamatan Simeulue Tengah). Other thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Elsa Ria,200402044, (2025).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (2MB) | Request a copy
Elsa Ria,200402044, (2025) Cover- Bab 1.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (2MB)
Abstract
Masalah yang muncul akhir-akhir ini terkait dengan pernikahan dan keluarga, tingginya angka perceraian disebabkan beragam persoalan, seiring dengan meningkatnya populasi penduduk dan keluarga, BP4 memiliki peran yang sentral dalam menangani persoalan yang terjadi terkait perselisihan dalam rumah tangga. Tuntutan BP4 ke depan tidak sekadar menjadi lembaga penasehat tetapi juga berfungsi sebagai lembaga edukasi, mediasi, dan advokasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus gugat cerai yang terjadi di KUA Kecamatan Simeulue Tengah meski telah melaksanakan program bimbingan untuk menghindari terjadinya perceraian. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran BP4 dalam menangani kasus perceraian dan mengetahui faktor pendukung serta penghambat dalam proses mediasi oleh BP4 di KUA Kecamatan Simeulue Tengah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis field research (lapangan). Subjek dalam penelitian ini adalah kepala KUA, penghulu KUA dan pasangan yang memperoleh mediasi. Adapun metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa peran yang dilakukan BP4 Kecamatan Simeulue Tengah dalam memediasi berupaya untuk memberikan pemahaman melalui sosialisasi tentang pentingnya bimbingan sebelum pernikahan agar tidak terjadinya perselisihan dan dampak buruknya terhadap pasangan suami istri. Selain itu, menggali informasi dari kedua belah pihak. Langkah ini dilakukan dengan memisahkan ruangan ketika proses pendalaman informasi. Agar masing- masing pihak bisa saling terbuka dalam menyampaikan persoalan yang sedang dihadapi. Adapun yang menjadi faktor pendukung adanya kesadaran diri dari klien untuk berdamai, serta keterbukaan klien kepada mediator. Sedangkan faktor penghambat dalam proses mediasi, adanya sikap saling membenarkan dari pihak keluarga yang sedang melalui proses mediasi, serta adanya pasangan yang langsung melakukan gugatan ke Mahkamah Syariah tidak melalui KUA tingkat kecematan terlebih dahulu ataupun tingkat desa.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) > 2X4.3028 Bimbingan Perkawinan, Termasuk BP4 |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Bimbingan dan Konseling Islam |
| Depositing User: | Elsa Ria |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 02:24 |
| Last Modified: | 20 Jan 2026 02:24 |
| URI: | http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/52940 |
