Fathya Salsabila, 220102204 (2026) Sistem Perjanjian Sewa Lahan Untuk Lokasi Camping Ground dan Penetapan Ujrah-nya di Kecamatan Kebayakan Aceh Tengah Menurut Konsep Ijārah ‘Ala Al-Man ̅fi’. Other thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
SKRIPSI FATHYA SALSABILA 220102204 revisi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (4MB)
SKRIPSI FATHYA SALSABILA 220102204 revisi - Copy.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (4MB)
Abstract
Penelitian ini membahas praktik perjanjian sewa lahan untuk lokasi camping ground serta penetapan ujrah di Kecamatan Kebayakan Aceh Tengah dalam perspektif akad ijārah ‘ala al-manāfi’. Praktik penyewaan lahan umumnya dilakukan melalui kesepakatan lisan tanpa perjanjian tertulis yang memuat secara jelas jangka waktu sewa, besaran ujrah, serta hak dan kewajiban para pihak, sehingga berpotensi menimbulkan sengketa. Berdasarkan kondisi tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: 1) bagaimana bentuk kesepakatan yang dilakukan oleh pemilik lahan dan penyewa untuk lokasi camping ground di Kecamatan Kebayakan Aceh Tengah; 2) bagaimana mekanisme penetapan ujrah dalam praktik sewa lahan camping ground; dan 3) bagaimana kesesuaian sistem perjanjian sewa lahan tersebut dengan prinsip akad ijārah ‘ala al-manāfi’ dalam hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara dengan pemilik dan penyewa lahan, serta kajian literatur fikih muamalah dan ketentuan hukum terkait sewa-menyewa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kesepakatan sewa lahan camping ground di Kecamatan Kebayakan umumnya dilakukan melalui perjanjian lisan berdasarkan asas kepercayaan tanpa perjanjian tertulis yang secara rinci; 2) mekanisme penetapan ujrah dilakukan melalui kesepakatan bersama dengan mempertimbangkan nilai manfaat lahan, aksesibilitas, dan potensi wisata tanpa standar perjanjian tertulis yang jelas; dan 3) menurut perspektif akad ijārah ‘ala al-manāfi’, praktik tersebut telah memenuhi unsur kerelaan dan adanya imbalan atas manfaat, namun belum sepenuhnya memenuhi prinsip kejelasan (al-bayān), sehingga diperlukan perjanjian sewa tertulis dan penetapan ujrah yang lebih transparan guna mewujudkan transaksi yang adil, memiliki kepastian hukum, dan sejalan dengan prinsip syariah.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.223 Sewa Menyewa (Ijarah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Fathya Salsabila |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 08:31 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 08:31 |
| URI: | http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/53234 |
