Peran Keuchik Muda Dalam Pemberdayaan Masyarakat di Gampoeng Kuta Bahagia Kecamatan Blang Pidie Kabupate Aceh Barat Daya

Fera Wati, 200305048 (2025) Peran Keuchik Muda Dalam Pemberdayaan Masyarakat di Gampoeng Kuta Bahagia Kecamatan Blang Pidie Kabupate Aceh Barat Daya. Other thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Peran Keuchik Muda, Pemberdayaan Masyarakat] Text (Peran Keuchik Muda, Pemberdayaan Masyarakat)
Fera Wati, 200305048, FUF, SA, 082178226267.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (8MB)
[thumbnail of Peran Keuchik Muda, Pemberdayaan Masyarakat] Text (Peran Keuchik Muda, Pemberdayaan Masyarakat)
Fera Wati, 200305048, FUF, SA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (9MB)

Abstract

Pemerintah desa merupakan ujung tombak pembangunan yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa sebagai pemegang puncak pimpinan yang tertinggi di Desa, sebagai penentu utama dalam mencapai keberhasilan pembangunan Desa. Oleh karena itu kepala desa harus mampu dan dituntut untuk bisa mengelola pelaksanaan pembangunan dengan baik, mampu mengikuti perkembangan dan perubahan perubahan dengan baik, sanggup membawa dan mengembangkan kehidupan masyarakat kearah tujuan yang telah direncanakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran keuchik muda dalam pemberdayaan masyarakat di Gampoeng Kuta Bahagia. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keuchik muda dalam pemberdayaan masyarakat di Gampoeng Kuta Bahagia yaitu sebagai penyelenggara pemerintahan desa, pengembang potensi desa, pembina kemasyarakatan, sebagai fasilitator dan motivator dan membangun kemandirian masyarakat, fasilitator dan motivator dalam pemeberdayaan masyarakat kuta bahagia. Faktor yang menghambat keuchik muda dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di Gampoeng Kuta Bahagia yaitu kurangnya dana atau anggaran sehingga program tidak terealisasi dengan baik, pelaksanaan beberapa program belum dapat berjalan secara optimal karena keterbatasan dana desa di Kuta Bahagia dan peraturan atau kebijakan dari Pemerintah di atasnya yang tidak sinkron atau terlalu birokratis dapat menyulitkan Keucik dalam merancang dan melaksanakan program pemberdayaan yang fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan lokal.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 301 Sosiologi dan antropologi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Sosiologi Agama
Depositing User: Fera Wati
Date Deposited: 30 Jan 2026 08:50
Last Modified: 30 Jan 2026 08:50
URI: http://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/53560

Actions (login required)

View Item
View Item