Syatria Adymas Pranajaya, 221002022 (2026) Academic Resilience Siswa Madarasah ditinjau dari Qana’ah, Self-Concept, Tawakal, dan Emotional Intelligence Sebagai Mediator di Madrasah Aliyah Negeri Banda Aceh. Disertasi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Disertasi B5 Watermark (477 Hal)_Syatria Adymas P.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (20MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Qana’ah, Self-Concept, dan Tawakal terhadap Academic Resilience siswa madrasah melalui Emotional Intelligence sebagai variabel mediator di Madrasah Aliyah Negeri Banda Aceh. Peneliti menggunakan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Pada tahap I (kuantitatif) melibatkan sampel 268 siswa dari populasi 2.512 siswa melalui teknik multi-stage sampling. Data kuantitatif dianalisis dengan Path Analysis menggunakan software JASP Versi 0.96. Tahap II merupakan pendalaman kualitatif melalui wawancara kepada Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum dan bidang Kesiswaan, serta dokumentasi terkait kebijakan, program, dan praktik pengajaran, yang dibedah dengan Thematic Analysis. Hasil analisis integratif menunjukkan temuan yakni: (1) Qana’ah (β = 0,446; p < .001) dan Self-Concept (β = 0,441; p < .001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Emotional Intelligence, namun tidak memiliki pengaruh langsung terhadap Academic Resilience; (2) Emotional Intelligence terbukti sebagai prediktor tunggal paling dominan (β = 0,814; p < .001), sekaligus berfungsi sebagai full mediation sebagai jembatan bagi Qana’ah dan Self-Concept untuk bertransformasi menjadi ketangguhan akademik; dan (3) variabel Tawakal ditemukan tidak signifikan (β = -0,023; p = 0.815), yang secara kualitatif teridentifikasi sebagai akibat dari pemahaman fatalisme pasif pasca-usaha yang menopang stabilitas emosi bukan merupakan penggerak Academic Resilience. Sintesis integratif dari penelitian ini menghasilkan sebuah novelty berupa Q~CARE Model (Qana’ah, Cognitive, and Affective for Academic Resilience Education). Model ini menegaskan Academic Resilience di lingkungan madrasah terbentuk secara optimal apabila nilai spiritual (Qana’ah) dan identitas kognitif (Self-Concept) diaktivasi secara simultan melalui mekanisme afektif (Emotional Intelligence) dalam ekosistem kurikulum yang suportif dan adaptif. Penelitian ini merekomendasikan restrukturisasi pedagogi nilai Islam dari doktrin pasif menjadi strategi koping aktif guna memperkuat kesehatan mental siswa yang berkelanjutan di era kontemporer.
