Muhammad Ichsanul Akmal, 221006020 (2026) Praktik Pembacaan Surah Al-Lahab dalam Pengobatan Tradisional: Kajian Living Qur’an di Gampong Drien Beurumbang, Aceh Barat Daya. Tesis thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Muhammad Ichsanul Akmal, 221006020 (tesis).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji praktik pembacaan Surah al-Lahab dalam pengobatan tradisional di Gampong Drien Beurumbang, Aceh Barat Daya, melalui pendekatan Living Qur’an. Secara tekstual, Surah al-Lahab berisi kecaman terhadap ‘Abd al-ʿUzzā bin ʿAbd al-Muṭṭalib (Abu Lahab), namun dalam konteks lokal masyarakat setempat, surah ini diresepsi sebagai media pengobatan untuk berbagai keluhan fisik, seperti luka robek yang mengeluarkan darah, gigitan ular, sakit gigi, dan beberapa penyakit lain yang dianggap membutuhkan penanganan cepat secara tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis bentuk dan tata cara pelaksanaan praktik pembacaan Surah al-Lahab dalam pengobatan tradisional; (2) mengidentifikasi faktor-faktor religio-kultural yang melandasi keyakinan masyarakat terhadap praktik tersebut; dan (3) mengkaji konstruksi sosial pemaknaan Surah al-Lahab sebagai media pengobatan dalam konteks budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan (field research), melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif-analitis dan interpretatif dalam kerangka studi Living Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1);praktik pembacaan Surah al-Lahab dalam pengobatan tradisional di Gampong Drien Beurumbang dilakukan melalui tahapan-tahapan, yang meliputi pembacaan ayat tertentu, peniupan atau pengusapan pada bagian tubuh yang sakit, serta penggunaan media pendukung seperti air, daun soeharto (rumput minjangan), dan praktik ini diwariskan secara turun-temurun dalam komunitas lokal. (2) Faktor-faktor religio-kultural yang melandasi keyakinan masyarakat terhadap praktik tersebut mencakup peran otoritas tokoh agama dan adat sebagai sumber legitimasi, pandangan masyarakat tentang relasi antara penyakit, kekuatan spiritual, dan kesembuhan, serta pengalaman empiris berupa narasi kesembuhan yang terus direproduksi secara sosial. (3) Secara sosial, pemaknaan Surah al-Lahab sebagai media pengobatan terbentuk melalui proses konstruksi simbolik dan fungsional, di mana surah ini dipahami sebagai sarana perlindungan spiritual dan penyembuhan, meskipun secara normatif merupakan ayat kecaman. Dalam perspektif teologi Islam, praktik ini tetap dipahami masyarakat berada dalam koridor tauhid, karena kesembuhan diyakini bersumber dari Allah SWT, sementara ayat al-Qur’an diposisikan sebagai wasilah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dialog antara tafsir normatif dan praktik keagamaan lokal, serta perlunya pendampingan keagamaan agar praktik Living Qur’an tetap sejalan dengan prinsip teologi Islam
| Item Type: | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Keywords (Kata Kunci): | Living Qur‘an, Surah al-Lahab, Pengobatan Tradisional, Religi-kultural, Praktik Keagamaan Lokal |
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 204 Pengalaman, Hidup, Praktik keagamaan 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.4 Kumpulan ayat-ayat dan surat-surat tertentu |
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Muhammad Ichsanul Akmal |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 09:15 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 04:06 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/58202 |
