Pelestarian Makam Sultan Alaiddin Mahmud Syah Di Desa Tumbo Baro, Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar

Fithria Azzahra, 220501019 (2026) Pelestarian Makam Sultan Alaiddin Mahmud Syah Di Desa Tumbo Baro, Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Pelestarian Makam Sultan Alaiddin Mahmud Syah Di Desa Tumbo Baro, Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar] Text (Pelestarian Makam Sultan Alaiddin Mahmud Syah Di Desa Tumbo Baro, Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar)
SKRIPSI Fithria Azzahra.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (8MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Pelestarian Makam Sultan Alaiddin Mahmud Syah di Desa Tumbo Baro, Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar”. Sultan Alaiddin Mahmud Syah merupakan tokoh yang memiliki peran pada salah satu masa krusial dalam sejarah Kesultanan Aceh Darussalam, yaitu masa awal upaya invasi Belanda ke Aceh sehingga keberadaan makamnya penting untuk dilestarikan. Namun, pernah terjadi tindakan pemugaran yang diduga belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip pelestarian cagar budaya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kondisi makam Sultan Alaiddin Mahmud Syah, pelestarian makam, serta tantangan yang dihadapi dalam pelestarian tersebut. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses menuju makam tergolong mudah dan telah dilengkapi petunjuk arah. Zona inti yang mencakup bagian di bawah cungkup dalam kondisi utuh, namun ditemukan pertumbuhan jamur pada beberapa bagian jirat. Sementara itu, zona pengembangan berada di luar area cungkup dan dalam kondisi yang cukup terawat. Pelestarian makam telah dilakukan melalui penetapan sebagai Cagar Budaya pada tingkat kabupaten dan juga melalui beberapa upaya lain, seperti pelindungan dengan cara pemeliharaan oleh juru pelihara, penyelamatan melalui pembangunan cungkup dan pagar, serta pemugaran dalam bentuk rehabilitasi. Penelitian dan adaptasi telah dilakukan untuk pengembangan, serta pemanfaatan dalam bidang agama, sosial, pendidikan, dan ilmu pengetahuan. Kesadaran masyarakat terhadap keberadaan makam juga ditunjukkan melalui pewarisan sejarah dan penggunaan nama sultan pada berbagai fasilitas desa. Namun, pelestarian masih menghadapi beberapa tantangan, seperti tidak adanya anggaran bagi juru pelihara, pemugaran yang belum sepenuhnya memperhatikan prinsip keaslian, kebutuhan pemeliharaan dan pengembangan lebih lanjut, pemanfaatan sebagai objek wisata yang belum optimal, serta ancaman terhadap keberlangsungannya akibat aktivitas lingkungan sekitar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 900 Geography and History > 930 History of Ancient World to 499 (Sejarah Dunia Kuno sampai dengan Tahun 499) > 930.1 Arkeologi
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Fithria Azzahra
Date Deposited: 31 Aug 2026 12:38
Last Modified: 31 Aug 2026 12:38
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60177

Actions (login required)

View Item
View Item