[error in script]
Download (6MB) | Preview
Abstract
PLN menentukan polarisasi untuk menjadi pelanggan dengan syarat yang ketat. Setiap konsumen yang menggunakan arus listrik harus memenuhi ketentuan legal formal. Namun dalam penggunaan arus listrik muncul tindakan penggunaan daya secara ilegal, sehingga pembelian arus listrik tidak memenuhi standar yang ditetapkan yang menyebabkan konsumen harus didenda. Dalam konsep fiqh muamalah, konsumen harus membeli daya dan arus listrik sesuai ketentuan bai muthlaq, supaya transaksi tersebut sah, namun dalam implementasinya konsumen tidak mengetahui tindakan eksploitasi yang dilakukan oleh pihak ketiga, sehingga menimbulkan masalah yang diformat yaitu bagaimana PLN menginvestigasi kerugian yang diderita oleh pelanggan yang tertipu dengan pemasangan meteran ilegal yang dilakukan oleh instalatur, bagaimana PLN melindungi pelanggan yang rugi atas pemasangan meteran ilegal dan perspektif akad ba’i muthlaq terhadap penanggulangan kerugian pada penyambungan ilegal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 330 Economics (Ilmu Ekonomi) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Imam Mirzan Ramadhani Imam |
| Date Deposited: | 27 Jul 2020 04:28 |
| Last Modified: | 27 Jul 2020 04:28 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/12921 |
