Resistensi Mayarakat Terhadap Implementasi Syariat Islam di Kota Langsa Studi Kasus ( Gampong Sidorejo, Sidodadi, Seulalah Baru)

Nurhidayati, 160801100 (2020) Resistensi Mayarakat Terhadap Implementasi Syariat Islam di Kota Langsa Studi Kasus ( Gampong Sidorejo, Sidodadi, Seulalah Baru). Skripsi thesis, UIN AR-RANIRY.

[img]
Preview
Text (Resistensi Mayarakat Terhadap Implementasi Syariat Islam di Kota Langsa Studi Kasus ( Gampong Sidorejo, Sidodadi, Seulalah Baru))
Nurhidayati, 160801100, FISIP, IPOL, 082317175206.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Penegakan Syariat Islam di Aceh merupakan hak penuh yang diberikan melalui UU. Nomor 44 tahun 1999 Tentang penyelenggaraan keistimewaan propinsi daerah aceh dan UU. Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Berlakunya undang-undang tersebut secara langsung memerintah kepada seluruh masyarakat yang tinggal di Aceh agar menjalankan Syariat Islam tanpa terkecuali. Tetapi dalam penegakan Syariat Islam ditengah masyarakat melalui beberapa regulasi Qanun Aceh maupun qanun daerah sangat sering ditemukan perlawanan terhadap penegakan syariat islam di Aceh, khususnya di Kota Langsa. Salah satu resistensi penegakan syariat islam di Kota Langsa yang sangat sering terjadi ialah resistensi larangan menyediakan fasilitas untuk tidak berpuasa pada bulan suci ramadhan. Tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui bagaimana resistensi masyarakat terhadap larangan menyediakan fasilitas untuk tidak berpuasa dibulan suci Ramadhan dan apakah faktor yang melatar belakangi resistensi masyarakat terhadap larangan menyediakan fasilitas untuk tidak berpuasa di bulan suci Ramadhan. Metode penelitian yang digunakan kepustakaan (library research). Hasil penelitian ditemukan bahwa resistensi yang dilakukan masyarakat Gampong Sidorejo, Seulalah Baru, dan Sidodadi Kecamatan Langsa Lama khususnya Kota Langsa terhadap penegakan syariat islam berupa pelanggaran larangan menyediakan fasilitas untuk tidak berpuasa dibulan suci Ramadhan dengan tindakan berjualan makanan maupun minuman sebelum jam yang ditentukan, menyediakan fasilitas makan dan minum kepada orang yang tidak berpuasa maupun tindakan kekerasan yang dilakukan kepada aparat penegak hukum yang melakukan penertiban kepada mereka. Faktor yang melatar belakangi terjadinya resistensi penegakan syariat islam di Aceh, khususnya kota langsa adalah kebutuhan ekonomi yang harus dipenuhi, peluang usaha yang sangat menjanjikan, kurangnya pemahaman terhadap Syariat Islam serta faktor budaya yang diwariskan oleh orang tua terdahulu. Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa resistensi penegakan syariat islam dikota langsa berkaitan dengan larangan menyediakan fasilitas untuk tidak berpuasa pada bulan suci ramadhan terjadi secara massif setiap tahunnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Dr. Muji Mulia, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II : Ramzi Murziqin, MA
Uncontrolled Keywords: Resistensi, Penegakan, Syariat Islam
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.1 Masyarakat Islam
200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X6 Sosial dan Budaya > 2X6.2 Politik > 2X6.22 Sistem Pemerintahan
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan > S1 Ilmu Politik
Depositing User: Nurhidayati Yati
Date Deposited: 04 Jan 2021 04:30
Last Modified: 04 Jan 2021 04:30
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/15276

Actions (login required)

View Item View Item
TOP