Strategi Pertahanan Belanda Di Kutaraja (1884-1898)

Cut Mila Mandasari, 150501054 (2020) Strategi Pertahanan Belanda Di Kutaraja (1884-1898). Skripsi thesis, UIN AR-RANIRY.

[img]
Preview
Text (Strategi Pertahanan Belanda Di Kutaraja (1884-1898))
Cut Mila Mandasari, 150501054, FAH, SKI, 085260559193.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (6MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul Strategi Pertahanan Belanda di Kutaraja (1884-1898). Strategi yang dibahas dalam penelitian ini adalah mengenai pembentukan lini konsentrasi yang berfokus pada tahun 1884 hingga 1898 sebagai pertahanan militer Belanda dalam menguasai daerah Kutaraja dan sekitarnya. Pemilihan judul ini berangkat dari permasalahan keadaan benda-benda peninggalan masa lini konsentrasi yang sudah rusak dan banyak tidak dapat ditemukan keberadaanya. Adapun rumusan permasalahannya adalah bagaimana sejarah terbentuk lini konsentrasi di Kutaraja, lalu mengapa lini konsentrasi menjadi strategi penting pertahanan militer Belanda dalam menguasai Kutaraja, yang terakhir bagaimana sikap dan reaksi pejuang Aceh terhadap lini konsentrasi yang dibentuk oleh Belanda. Melihat pada rumusan masalah tersebut, peneliti merangkum tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui sejarah dibentuknya lini konsentrasi di Kutaraja. Kemudian untuk mengetahui strategi pertahanan militer Belanda dalam menguasai Kutaraja dan terakhir untuk mengetahui sikap pejuang Aceh terhadap lini konsentrasi yang dibentuk oleh Belanda. Metode yang digunakan dalam penulisan menggunakan metode sejarah dengan jenis yang bersifat analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa kajian pustaka atau menelaah buku (librabry research). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi baru yang diterapkan Belanda setelah puluhan tahun berperang melawan rakyat Aceh di Kutaraja menghasilkan sebuah pertahanan lini konsentrasi. Dengan menempatkan pasukan militer dalam sebuah lini maka biaya perang dapat ditekan serendah mungkin dan kekuatan militer tidak akan terpecah-pecah. Sehingga untuk menguasai Kutaraja sepenuhnya, Belanda membangun pos-pos pertahanan pada daerah seluas 50 km2 sebagai tempat pengawasan terhadap rakyat yang ingin melakukan pemberontakan. Oleh karena itu rakyat Aceh di bawah pimpinan panglima-panglima besar terus melakukan perlawanan di luar garis konsentrasi dengan niat jihad fi sabilillah mengambil kembali tanah kelahirannya yang telah dirampas oleh Belanda.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Strategi, Pertahanan, Lini Konsentrasi.
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 303 Proses sosial > 303.6 Konflik dan pemecahan konflik
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Cut Mila Mandasari
Date Deposited: 11 Jan 2021 03:19
Last Modified: 11 Jan 2021 03:19
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/15332

Actions (login required)

View Item View Item
TOP