[error in script]
Download (3MB) | Preview
Abstract
Dalam kasus penggulingan Presiden Mursi dan genosida rakyat Mesir bukan hanya ada permainan politik berdarah, tetapi juga ada permainan wacana. Wacana secara sederhana bisa diartikan sebagai penggunaan bahasa sebagai suatu praktik sosial (Fairclough, 2010). Wacana mempunyai kekuatan, tetapi seringkali tergantung pada pihak di belakangnya. Wacana ”membentuk” dan “dibentuk” oleh institusi, situasi dan struktur (Foucault, 1972). Dalam wacana juga terkandung ideologi pengguna bahasanya, dan strategi memasukkan (inclusion) dan mengeluarkan (exclusion) (van Leuween, 1996). Ideologi yang dimaksudkan di sini adalah sistem pikiran dan kepercayaan yang ikut mengendalikan perilaku (penggunanya atau masyarakat) terhadap realitas (Struever, 1985). Dalam kasus Mesir, misalnya, sejumlah wacana sengaja dibentuk untuk membentuk. Sebut saja dalam kasus Mesir ada wacana “teroris”, pemerintahan yang sah”, “kudeta militer”, “pemerintah yang sah”, dan “penyelamatan negara”. Bila disingkap, akan terlihat maksud-maksud terselubungnya.
| Item Type: | Book Section |
|---|---|
| Subjects: | 400 Languages (Bahasa) |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > S1 Pendidikan Bahasa Inggris |
| Depositing User: | Dr. Jarjani Usman |
| Date Deposited: | 17 Nov 2021 03:39 |
| Last Modified: | 17 Nov 2021 03:39 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/18642 |
