Peran Tuha Peut Dalam Menyelesaikan Kasus Penganiayaan Menurut Qanun Aceh No. 10 Tahun 2008 Tentang Lembaga Adat (Studi Kasus di Gampong Klieng Cot Aroen)

Zia Khalida, 180106089 (2025) Peran Tuha Peut Dalam Menyelesaikan Kasus Penganiayaan Menurut Qanun Aceh No. 10 Tahun 2008 Tentang Lembaga Adat (Studi Kasus di Gampong Klieng Cot Aroen). Other thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Adat, Penganiayaan, Tuha Peut] Text (Adat, Penganiayaan, Tuha Peut)
Zia Khalida, 180106089, FSH, IH, 082316308057.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (7MB)
[thumbnail of Adat, Penganiayaan, Tuha Peut] Text (Adat, Penganiayaan, Tuha Peut)
Zia Khalida, 180106089, FSH, IH.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (8MB)

Abstract

Undang-undang Pemerintahan Aceh telah mengamanatkan bahwa penyelesaian masalah sosial kemasyarakatan secara adat ditempuh melalui lembaga adat. Lembaga Adat Tuha Peut terlibat secara langsung dalam perencanaan program kerja pihak eksekutif gampong. Jika dilihat dari fungsi Tuha Peut, maka bisa diartikan bahwasanya Tuha Peut adalah lembaga permusayawaratan gampong, dan fungsinya juga memiliki kesamaan dengan fungsi anggota legislatif. rumusan masalah pada tulisan ini yaitu: Bagaimana peran lembaga Tuha Peut dalam menyelesaikan kasus penganiayaan di Gampong Klieng Cot Aroen?, dan Apa saja kendala lembaga Tuha Peut dalam menangani penyelesaian kasus penganiayaan di Gampong Klieng Cot Aroen?. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan kendala Tuha Peut dalam menyelesaikan kasus penganiayaan di Gampong Klieng Cot Aroen. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian normatif empiris. Dengan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara ke instansi terkait, masyarakat setempat, juga menggunakan data dari bahan kepustakaan. Beberapa isu utama yang diidentifikasi meliputi Gampong Klieng Cot Aroen, Tuha Peut memiliki mekanisme yang terstruktur dalam penyelesaian kasus penganiayaan. Proses dimulai dengan pelaporan dan pemeriksaan awal untuk validasi kasus. Tuha Peut kemudian mengadakan mediasi untuk mencapai solusi damai, termasuk kompensasi atau sanksi sosial. Jika mediasi gagal, kasus dapat dilanjutkan ke jalur hukum formal, dengan evaluasi dilakukan setelahnya. Kendala Tuha Peut meliputi keterbatasan sumber daya, dukungan masyarakat yang tidak konsisten, dan intervensi pihak luar yang memengaruhi independensinya. Selain itu, perubahan nilai budaya lokal juga menantang efektivitas proses mediasi mereka. Penyelesaian kasus oleh Tuha Peut di Gampong Klieng Cot Aroen efektif dalam menjaga harmoni sosial dan menegakkan hukum adat.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 297 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.5 Hukum Pidana Islam (Jinayat)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Ilmu Hukum
Depositing User: Zia Khalida
Date Deposited: 21 Mar 2025 02:55
Last Modified: 21 Mar 2025 02:55
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/43805

Actions (login required)

View Item
View Item