Penetapan Hak Istri Lebih Besar Dalam Pembagian Harta Bersama (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Syar`iyah No. 586/PDT.G/2024/MS.Lsk)

Tubagus Sukron Tamimi, 211010008 (2025) Penetapan Hak Istri Lebih Besar Dalam Pembagian Harta Bersama (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Syar`iyah No. 586/PDT.G/2024/MS.Lsk). Masters thesis, Hukum Keluarga.

[thumbnail of Penetapan Hak Istri Lebih Besar Dalam Pembagian Harta Bersama (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Syar`iyah] Text (Penetapan Hak Istri Lebih Besar Dalam Pembagian Harta Bersama (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Syar`iyah)
Tubagus tesis full.pdf.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Request a copy
[thumbnail of Penetapan Hak Istri Lebih Besar Dalam Pembagian Harta Bersama (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Syar`iyah] Text (Penetapan Hak Istri Lebih Besar Dalam Pembagian Harta Bersama (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Syar`iyah)
tesis cover sampai pendahuluan.pdf.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis pertimbangan hakim dalam Putusan Ma kama Syar’iya L oksukon Nomor 586/Pdt.G/2024/MS.Lsk terkait penetapan hak isteri atas harta bersama. Dalam perkara tersebut, Penggugat menuntut pembagian setengah atas harta yang diperoleh selama perkawinan, sedangkan Tergugat mengklaim bahwa sebagian besar harta diperoleh melalui usahanya sendiri, sehingga menuntut pembagian yang tidak seimbang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris dengan teknik analisis kualitatif. Data diperoleh dari dokumen putusan pengadilan, studi literatur. Fokus penelitian diarahkan pada pertimbangan hukum hakim dalam menetapkan porsi pembagian harta bersama dan landasan hukum yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim Mahkamah Syar’iya L oksukon menerapkan prinsip keadilan substantif dalam membagi harta bersama, dengan menetapkan pembagian 70% bagian untuk Tergugat dan 30% bagian untuk Penggugat. Putusan tersebut didasarkan pada bukti kontribusi masing-masing pihak dalam memperoleh harta selama perkawinan, bukan hanya pada asas pembagian setengah sebagaimana diatur dalam Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam. Selain itu, hakim juga mempertimbangkan efektivitas pelaksanaan putusan dengan kemungkinan pelelangan harta jika kedua belah pihak tidak melaksanakan isi putusan secara sukarela. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan hukum yang digunakan hakim dalam perkara ini mencerminkan upaya harmonisasi antara nilai- nilai keadilan dalam hukum Islam dan praktik peradilan modern, serta memberikan preseden penting dalam penyelesaian sengketa arta bersama di lingkungan Ma kama Syar’iya .

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.4 Hukum Waris (Faraid) dan Wasiat > 2X4.43 Pembagian Harta Warisan
Divisions: Program Pascasarjana > S2 Hukum Keluarga
Depositing User: Tubagus Sukron Tamimi
Date Deposited: 27 Aug 2025 03:20
Last Modified: 27 Aug 2025 03:20
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/49499

Actions (login required)

View Item
View Item