Peran Dan Tantangan Komisi Kebenaran Dan Rekonsiliasi (KKR) Dalam Mengungkap Kebenaran Bagi Korban Konflik Di Aceh

Reski Andreansyah, 210305007 (2025) Peran Dan Tantangan Komisi Kebenaran Dan Rekonsiliasi (KKR) Dalam Mengungkap Kebenaran Bagi Korban Konflik Di Aceh. Other thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Peran Dan Tantangan Komisi Kebenaran Dan Rekonsiliasi (KKR) Dalam Mengungkap Kebenaran Bagi Korban Konflik Di Aceh] Text (Peran Dan Tantangan Komisi Kebenaran Dan Rekonsiliasi (KKR) Dalam Mengungkap Kebenaran Bagi Korban Konflik Di Aceh)
RESKI SKRIPSI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (6MB) | Request a copy
[thumbnail of Peran Dan Tantangan Komisi Kebenaran Dan Rekonsiliasi (KKR) Dalam Mengungkap Kebenaran Bagi Korban Konflik Di Aceh] Text (Peran Dan Tantangan Komisi Kebenaran Dan Rekonsiliasi (KKR) Dalam Mengungkap Kebenaran Bagi Korban Konflik Di Aceh)
COVER - BAB 1.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB)

Abstract

Aceh mengalami konflik bersenjata berkepanjangan pada masa Gerakan Aceh Merdeka (1976–2005) yang menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia dan trauma mendalam bagi korban. Perdamaian melalui MoU Helsinki (15 Agustus 2005) melahirkan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh sebagai mekanisme keadilan transisional, yang dibentuk berdasarkan Qanun Aceh Nomor 17 Tahun 2013. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran KKR Aceh dalam pengungkapan kebenaran serta tantangan yang dihadapinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara tidak terstruktur dengan komisioner dan anggota KKR Aceh yang dipilih secara purposive, serta didukung oleh studi kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KKR Aceh berperan dalam pendataan dan verifikasi korban, penggalian kesaksian, dokumentasi dan publikasi pelanggaran HAM, serta penyusunan rekomendasi reparasi dan rekonsiliasi sebagai bentuk pengakuan moral terhadap korban. Namun, pelaksanaan tugas KKR Aceh menghadapi tantangan internal berupa keterbatasan anggaran, fasilitas, dan integrasi kelembagaan, serta tantangan eksternal berupa minimnya data valid, kendala geografis, trauma korban, dan lemahnya koordinasi antarlembaga. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan dukungan kelembagaan dan komitmen negara agar pengungkapan kebenaran berjalan efektif.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 301 Sosiologi dan antropologi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Sosiologi Agama
Depositing User: Reski Andreansyah
Date Deposited: 03 Feb 2026 03:46
Last Modified: 03 Feb 2026 03:46
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/53859

Actions (login required)

View Item
View Item