Farhan Hasni, 220306023 (2026) Analisis Praktik Akikah Saat Kematian Menurut Perspektif Hadis di Masyarakat Gampong Meunasah Teungoh, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Other thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Skripsi Farhan Hasni (22030602).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (3MB) | Request a copy
COVER -BAB 1.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (1MB)
Abstract
Akikah merupakan salah satu ibadah sunnah dalam Islam yang disyariatkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Pelaksanaan akikah secara normatif dilakukan pada waktu tertentu setelah kelahiran, sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Namun demikian, dalam praktik sosial keagamaan masyarakat Gampong Meunasah Teungoh, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, ditemukan tradisi akikah yang dilakukan pada hari kelima setelah kematian seseorang, bukan pada saat kelahiran. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran pemahaman dan praktik keagamaan yang menarik untuk dikaji melalui perspektif hadis. Penelitian ini bertujuan untuk: mengkaji konsep dan ketentuan akikah dalam perspektif hadis: memahami praktik akikah yang dilakukan masyarakat Gampong Meunasah Teungoh pada saat kematian: dan menganalisis kesesuaian praktik tersebut dengan ketentuan hadis Rasulullah SAW. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research dan field research. Data kepustakaan diperoleh melalui penelusuran dan analisis hadis-hadis tentang akikah beserta pendapat para ulama, sedangkan data lapangan dikumpulkan melalui wawancara dengan tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat setempat. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan pendekatan living hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif hadis, akikah disyariatkan berkaitan dengan kelahiran anak dan tidak ditemukan dasar yang membenarkan pelaksanaannya pada saat kematian. Praktik akikah saat kematian di Gampong Meunasah Teungoh merupakan tradisi adat yang berkembang berdasarkan keyakinan turun-temurun, seperti keraguan apakah almarhum telah diakikahkan semasa kecil, harapan penghapusan dosa, serta keyakinan akan adanya manfaat spiritual bagi orang yang meninggal. Adapun akikah ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Gampong Meunasah Teungoh setelah kematian seseorang, dilaksanakan pada hari kelima setelah wafatnya. Oleh karena itu, praktik tersebut tidak sesuai dengan ketentuan hadis dan dipahami oleh masyarakat sebagai tradisi lokal, bukan sebagai ibadah yang disyariatkan dalam Islam.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.1 Ibadah > 2X4.17 Qurban dan Aqiqah > 2x4.172 Aqiqah |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Hadis |
| Depositing User: | Farhan Hasni |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 03:25 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 03:25 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/53880 |
