Peran Aktor Dalam Relasi Kekuasaan (Studi Kasus Di Pelabuhan Ujong Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya)

Muhammad Yasrizal, 210305034 (2025) Peran Aktor Dalam Relasi Kekuasaan (Studi Kasus Di Pelabuhan Ujong Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya). Other thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Peran Aktor Dalam Relasi Kekuasaan (Studi Kasus Di Pelabuhan Ujong Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya)] Text (Peran Aktor Dalam Relasi Kekuasaan (Studi Kasus Di Pelabuhan Ujong Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya))
SKRIPSI CETAK, MUHAMMAD YASRIZAL.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB) | Request a copy
[thumbnail of Peran Aktor Dalam Relasi Kekuasaan (Studi Kasus Di Pelabuhan Ujong Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya)] Text (Peran Aktor Dalam Relasi Kekuasaan (Studi Kasus Di Pelabuhan Ujong Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya))
COVER - BAB 1.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB)

Abstract

Aktivitas ekonomi di Pelabuhan Ujong Manggeng, Aceh Barat Daya, melibatkan berbagai aktor yang saling berinteraksi dan membentuk relasi kekuasaan, baik secara formal maupun informal. Pemerintah daerah melalui instansi terkait berperan dalam pengaturan dan pengawasan aktivitas pelabuhan, namun dalam praktiknya aktor nonformal seperti pemilik bot dan muge justru memiliki pengaruh yang lebih dominan. Pemilik bot menguasai modal dan sarana produksi sehingga menentukan pola kerja nelayan, sementara muge mengendalikan rantai distribusi serta penentuan harga hasil tangkapan. Kondisi ini menempatkan nelayan pada posisi tawar yang lemah meskipun mereka berperan sebagai pelaku utama produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aktor dan bentuk relasi kekuasaan dalam aktivitas ekonomi di Pelabuhan Ujong Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan merupakan pelaku utama dalam aktivitas ekonomi pelabuhan karena seluruh proses produksi dan distribusi bergantung pada aktivitas melaut. Namun, dalam relasi kekuasaan, dominasi berada pada pemilik modal dan muge yang menguasai sarana produksi dan rantai distribusi, sehingga menyebabkan ketimpangan sosial-ekonomi dan ketidakstabilan pendapatan nelayan. Peran pemerintah dalam menjaga keseimbangan kepentingan antaraktor belum optimal, terutama akibat lemahnya pengawasan harga minimum dan regulasi distribusi hasil tangkapan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi antaraktor, peningkatan pengawasan, serta kebijakan penetapan harga dasar dan program pembinaan guna menciptakan stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 301 Sosiologi dan antropologi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Sosiologi Agama
Depositing User: Muhammad Yasrizal
Date Deposited: 03 Feb 2026 08:20
Last Modified: 03 Feb 2026 08:20
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/53906

Actions (login required)

View Item
View Item