Persepsi Perempuan Dewasa Berlatar Belakang Keluarga Tidak Harmonis Terhadap Pernikahan (Studi di Desa Ie Masen, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh)

Rosi, 210402033 (2026) Persepsi Perempuan Dewasa Berlatar Belakang Keluarga Tidak Harmonis Terhadap Pernikahan (Studi di Desa Ie Masen, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Membahas tentang Persepsi, perempuan dewasa, keluarga tidak harmonis, pernikahan] Text (Membahas tentang Persepsi, perempuan dewasa, keluarga tidak harmonis, pernikahan)
Skripsi Rosi.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB)

Abstract

Keluarga adalah ligkungan pertama yang mempengaruhi pembentukan sikap dan pandangan seseorang, termasuk dalam memandang pernikahan. Namun tidak semua orang tumbuh dalam keluarga yang harmonis, kondisi keluarga yang penuh konflik, ketidakhadiran salah satu orang tua atau perceraian sehingga membentuk persepsi yang berbeda terhadap pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi perempuan dewasa berlatar belakang keluarga tidak harmonis terhadap pernikahan, faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi tersebut dan apa harapan perempuan dewasa berlatar belakang keluarga tidak harmonis terhadap pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dengan menggunakan teknik wawancara mendalam. Teknik pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat dua kecendrungan persepsi yaitu persepsi positif dan persepsi negatif. Meskipun dalam kondisi keluarga tidak harmonis para informan tetap memiliki harapan terhadap pernikahan. Informan yang memiliki persepsi positif terhadap pernikahan tetap percaya bahwa pernikahan dapat membawa kebahagiaan jika mendapatkan pasangan yang benar-benar siap berkomitmen, tanggung jawab dan memiliki komunikasi yang bagus. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang positif, seperti adanya dukungan dari teman, keluarga besar maupun sodara yang memberikan contoh serta pemahaman tentang membangun keluarga yang harmonis, sehingga informan menjadikan pengalaman masa lalu orang tua sebagai pembelajaran. Sedangkan informan yang memiliki persepsi negatif terhadap pernikahan menyatakan adanya rasa takut ditinggalkan, khawatir mengulang pengalaman orang tua dan trauma menyaksikan pertengarakan orang tua. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang kurang sehat seperti teman, sodara maupun keluarga besar tidak peduli terhadap kondisi informan. Selain itu informan melihat kondisi keluarga teman maupun sodara juga tidak jauh berbeda dengan kondisi keluarganya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 100 Philosophy and Psychology > 150 Psychology (Psikologi/Ilmu Jiwa)
200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat)
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: rosi rosi
Date Deposited: 09 Jul 2026 03:25
Last Modified: 09 Jul 2026 03:25
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/55468

Actions (login required)

View Item
View Item