Internalisasi Nilai-Nilai Anti Bullying pada Siswa SMPN 9 Kota Langsa

[error in script]

[thumbnail of Internalisasi nilai-nilai anti bullying] [error in script]
Download (1MB)

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap kondisi psikologis, emosional, serta proses belajar peserta didik. Perilaku bullying menunjukkan belum optimalnya pembentukan karakter siswa, khususnya dalam penerapan nilai empati, toleransi, dan saling menghargai. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bentuk-bentuk bullying yang terjadi pada siswa, proses internalisasi nilai-nilai anti bullying, serta faktor-faktor yang mempengaruhi internalisasi nilai-nilai tersebut di SMP Negeri 9 Kota Langsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk bullying yang terjadi, mendeskripsikan proses internalisasi nilai anti bullying, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat internalisasi nilai anti bullying pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan siswa SMP Negeri 9 Kota Langsa. Populasi penelitian berjumlah 519 siswa, dengan sampel sebanyak 52 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang paling dominan adalah bullying verbal, hal ini terlihat dari tingginya persentase seperti mengejek 82,7%, menghina 69,2%, memanggil teman dengan julukan yang tidak disukai dan menertawakan teman di depan umum 67,3%. Selain itu, ditemukan pula bullying fisik, bullying sosial, dan cyber bullying dengan intensitas lebih rendah. Proses internalisasi nilai anti bullying dilakukan melalui tata tertib sekolah, kegiatan rutin, integrasi materi pembelajaran, pembiasaan perilaku positif, dan pemberian sanksi edukatif. Faktor pendukung meliputi kerja sama sekolah dan keluarga, koordinasi antar guru, kesadaran siswa, serta lingkungan pertemanan positif. Faktor penghambat meliputi emosi siswa yang masih labil, kurangnya pengawasan di luar sekolah, pengaruh media sosial, dan lingkungan pergaulan. Dengan demikian, internalisasi nilai anti bullying telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan melalui kerja sama sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 370 Education (Pendidikan) > 371 Sekolah dan Aktivitasnya: Pendidikan luar biasa > 371.4 Bimbingan dan Penyuluhan
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > S1 Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Dea Rahmawati
Date Deposited: 13 May 2026 07:52
Last Modified: 13 May 2026 07:52
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/56207

Actions (login required)

View Item
View Item