[error in script]
Download (5MB)
Abstract
Self regulated learning merupakan kemampuan dalam diri individu yang penting untuk dimiliki peserta didik dalam menunjang keberhasilan belajar, khususnya dalam mengatur tujuan, strategi, dan evaluasi belajar secara mandiri. Namun kenyataanya, masih ditemukan peserta didik yang belum mampu mengelola proses belajarnya secara optimal. Salah satu upaya yang dilakukan sekolah dalam mengembangkan kemampuan tersebut adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kegiatan ekstrakurikuler dalam mengembangkan self regulated learning peserta didik, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dalam pengembangan self regulated learning peserta didik, serta untuk mengidentifikasi hambatan dan solusi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dua orang guru pembina ekstrakurikuler, dan tiga orang peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler sangat berperan dalam mengembangkan self regulated learning melalui pembiasaan perencanaan kegiatan, pengelolaan waktu, kedisiplinan, tanggung jawab, serta evaluasi diri terhadap pencapaian yang telah dilakukan. Peserta didik menjadi lebih mandiri, percaya diri, dan mampu mengontrol proses belajarnya. Adapun hambatan yang ditemukan meliputi rendahnya konsistensi peserta didik karena kelelahan akibat jadwal latihan yang padat, dukungan orangtua, keterbatasan anggaran, dan kurangnya dukungan sarana. Solusi yang dilakukan antara lain melalui pendekatan pendampingan dan pemberian motivasi oleh pembina, penjadwalan kegiatan yang lebih terstuktur, menggunakan dana BOS sekolah, menyewa peralatan yang diperlukan, dan evaluasi kegiatan secara berkala. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran yang signifikan dalam mengembangkan self regulated learning peserta didik apabila dilaksanakan secara terencana, konsisten, dan didukung penuh oleh pihak sekolah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 370 Education (Pendidikan) > 371 Sekolah dan Aktivitasnya: Pendidikan luar biasa > 371.3 Metode Pembelajaran dan Belajar |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > S1 Manajemen Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Marvina Fitriana |
| Date Deposited: | 13 May 2026 05:57 |
| Last Modified: | 13 May 2026 05:57 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/56281 |
