Penetapan Kebijakan Shift Malam Untuk Pekerja Perempuan di Café dalam Wilayah Kec. Syiah Kuala Menurut Maqāşid Al Syarî’ah

Usi Hadiatun Fitri, 220102135 (2026) Penetapan Kebijakan Shift Malam Untuk Pekerja Perempuan di Café dalam Wilayah Kec. Syiah Kuala Menurut Maqāşid Al Syarî’ah. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Membahas sistem kerja shift malam bagi pekerja perempuan di café dan menilai kesesuaiannya dengan prinsip perlindungan dan kemaslahatan dalam hukum Islam.] Text (Membahas sistem kerja shift malam bagi pekerja perempuan di café dan menilai kesesuaiannya dengan prinsip perlindungan dan kemaslahatan dalam hukum Islam.)
Skripsi Usi Hadiatun Fitri.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB)

Abstract

Penerapan kebijakan kerja shift pada usaha café bertujuan untuk menjaga kelangsungan operasional serta meningkatkan produktivitas dan keuntungan usaha. Di Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, café umumnya beroperasi hingga malam hari sehingga pekerja perempuan turut dilibatkan dalam shift malam. Dalam praktiknya, kebijakan tersebut masih menimbulkan persoalan, seperti terbatasnya perlindungan, tidak adanya perjanjian kerja tertulis, serta risiko kelelahan dan gangguan keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan manajemen café dalam menetapkan shift malam bagi pekerja perempuan, pelaksanaannya dalam mendukung produktivitas usaha, serta tinjauannya menurut perspektif maqāṣid al-syarī’ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada Bundamolly Café, Rumah Ulu Café, dan Olenka Café. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga café menerapkan dua shift kerja dengan durasi 8–9 jam per hari. Pekerja perempuan tetap ditempatkan pada shift malam sesuai kebutuhan operasional. Kebijakan ini efektif dalam mendukung kelancaran operasional dan meningkatkan profit usaha, namun perlindungan terhadap pekerja perempuan masih terbatas pada jam kerja. Pekerja perempuan menjalankan shift malam karena kebutuhan ekonomi, fleksibilitas waktu, dan mengikuti jadwal yang ditetapkan manajemen. Ditinjau dari perspektif maqāṣid al-syarī’ah, kebijakan ini telah memenuhi aspek ḥifẓ al-māl, tetapi belum sepenuhnya mewujudkan ḥifẓ al-nafs dan ḥifẓ al-‘irḍ. Dengan demikian, penetapan kebijakan shift malam bagi pekerja perempuan pada dasarnya diperbolehkan, tetapi perlu disertai perlindungan yang lebih memadai agar sejalan dengan tujuan maqāṣid al-syarī’ah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords (Kata Kunci): Sistem Shift, Pekerja Perempuan, Shift Malam, Kec. Syiah Kuala, Maqāṣid al-Syarī’ah
Subjects: 200 Religion (Agama) > 204 Pengalaman, Hidup, Praktik keagamaan
200 Religion (Agama) > 2X0 Islam
200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.9 Aspek Fiqih Lainnya > 2X4.96 Wanita dan Aspek Hukum
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 330 Economics (Ilmu Ekonomi)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Usi Hadiatun Fitri
Date Deposited: 19 Jun 2026 03:36
Last Modified: 19 Jun 2026 03:36
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/56455

Actions (login required)

View Item
View Item