[error in script]
Download (2MB)
Abstract
Mahasiswi alumni pesantren memiliki dasar pemahaman keagamaan yang kuat terkait aurat dan etika berpakaian sebagaimana termuat dalam QS. Al-Nur ayat 31. Namun, perkembangan media sosial menghadirkan dinamika baru dalam praktik berbusana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswi alumni pesantren terhadap QS. Al-Nur ayat 31 serta menganalisis kesesuaiannya dengan praktik berbusana di media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan living qur’an. Informan dipilih melalui purposive sampling, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswi terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu pemahaman dasar, penafsiran, dan penghayatan. Pemahaman dasar cenderung menghasilkan praktik berbusana pada batas minimal, sedangkan pemahaman penafsiran menunjukkan praktik yang lebih selektif dan sesuai norma kepantasan. Sementara itu, pemahaman penghayatan melahirkan praktik berbusana yang konsisten sebagai bentuk kesadaran religius. Dalam praktiknya, ditemukan dua kecenderungan, yaitu berbusana sesuai syariat dan berbusana dengan orientasi fashion. Praktik ini dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, lingkungan sosial, dan media sosial. Secara keseluruhan, terdapat keterkaitan antara tingkat pemahaman dan praktik berbusana di ruang digital. Kata kunci: QS. Al-Nur ayat 31, Berbusana, Media Sosial.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Rizkina Fitri |
| Date Deposited: | 18 May 2026 03:30 |
| Last Modified: | 18 May 2026 03:30 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/56627 |
