Riyan Firdaus, 210501023 (2025) The Manoe Pucok Tradition in Wedding Celebrations in West Aceh: An Ethnographic Study in Johan Pahlawan District. Indonesian Journal of Islamic History and Culture (IJIHC), 7 (1). pp. 1-12. ISSN 2722-8940 (Submitted)
Riyan Firdaus, 210501023, FAH, SKI.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (1MB)
Abstract
Tradisi manoe pucok merupakan salah satu praktik adat yang berperan penting dalam prosesi pernikahan masyarakat Meulaboh di Kabupaten Aceh Barat dan masih dipraktikkan hingga saat ini. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap upacara pernikahan tetapi juga melambangkan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi oleh leluhur. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa pelaksanaan manoe pucok, radat manoe pucok, dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi manoe pucok dilakukan pada upacara pernikahan di Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung prosesi pernikahan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, pelaku adat, dan anggota masyarakat setempat, dan diperkuat dengan dokumentasi sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi manoe pucok dilakukan melalui beberapa tahapan adat yang memiliki aturan dan makna simbolis tertentu dan dipatuhi oleh masyarakat pendukung. Tradisi ini mengandung radat yang secara simbolis membersihkan (manoe) mempelai wanita dan pria sebelum memasuki kehidupan baru mereka. Prosesi ini melibatkan penyiraman air dengan daun muda (pucok) dan diiringi oleh unsur-unsur ritual dan seni tradisional. Tradisi ini mengandung nilai-nilai keagamaan yang mencerminkan doa, harapan, dan permohonan berkah untuk kehidupan rumah tangga pasangan suami istri; nilai-nilai sosial yang berperan dalam memperkuat ikatan kekerabatan dan mempererat solidaritas serta kebersamaan masyarakat; nilai-nilai budaya yang menegaskan identitas lokal masyarakat; dan nilai-nilai sejarah sebagai bentuk pelestarian warisan adat yang telah ada sejak lama. Tradisi ini berfungsi tidak hanya sebagai ritual adat dalam pernikahan tetapi juga sebagai media untuk melestarikan budaya lokal yang mencerminkan identitas masyarakat setempat.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 390 Customs, Etiquette, Folklore (Adat Istiadat, Etiket, Folklor) |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam |
| Depositing User: | Riyan Firdaus |
| Date Deposited: | 19 May 2026 04:02 |
| Last Modified: | 19 May 2026 04:02 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/56688 |
