Konsep Penyelesaian Konflik Aceh Kajian Pemikiran Abu Panton

Radja Fadlul Arabi, 190501037 (2025) Konsep Penyelesaian Konflik Aceh Kajian Pemikiran Abu Panton. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Konsep Penyelesaian Konflik Aceh Kajian Pemikiran Abu Panton] Text (Konsep Penyelesaian Konflik Aceh Kajian Pemikiran Abu Panton)
SKRIPSI_RADJA FADLUL ARABI 10 feb_unlocked.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB)

Abstract

Konflik merupakan fenomena sosial yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, termasuk masyarakat Aceh yang memiliki sejarah panjang konflik sosial dan politik. Dalam konteks Aceh, konflik tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kekuasaan dan kepentingan, tetapi juga berkaitan erat dengan nilai-nilai keislaman dan adat istiadat yang hidup dalam masyarakat. Oleh karena itu, penyelesaian konflik di Aceh menuntut pendekatan yang tidak semata-mata bersifat formal, tetapi juga berakar pada nilai Islam dan kearifan lokal yang telah lama dipraktikkan. Salah satu bentuk kearifan lokal tersebut adalah suloh, yaitu mekanisme penyelesaian konflik secara damai melalui musyawarah yang melibatkan tokoh adat dan ulama. Penelitian ini membahas konsep penyelesaian konflik dalam masyarakat Aceh dengan menitikberatkan pada kearifan lokal suloh dalam perspektif Islam dan pemikiran Abu Panton. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep penyelesaian konflik menurut Islam, pemikiran Abu Panton. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian sejarah dengan pendekatan historis dan normatif. Data diperoleh melalui penelaahan berbagai literatur berupa buku, jurnal, dan dokumen yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di Aceh telah terjadi sejak masa pra-kolonial, baik konflik internal antarkelompok masyarakat maupun konflik antara Aceh dan pemerintah pusat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suloh merupakan konsep inti dalam pemikiran Abu Panton yang menempatkan musyawarah dan mufakat sebagai sarana utama penyelesaian konflik. Mekanisme adat seperti di’iet, sayeum, dan keujroh dipandang sebagai instrumen pendukung yang berfungsi mewujudkan keadilan restoratif dan keseimbangan sosial. Keseluruhan konsep tersebut menunjukkan bahwa pemikiran Abu Panton menekankan penyelesaian konflik yang bersifat damai, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat, sehingga tetap relevan untuk diterapkan dalam konteks masyarakat Aceh kontemporer.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 900 Geography and History
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Radja Fadlul Arabi
Date Deposited: 03 Jun 2026 03:31
Last Modified: 03 Jun 2026 03:31
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/56727

Actions (login required)

View Item
View Item