Tradisi Tolak Bala Ditinjau dari Perspektif Dakwah di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan

Ressa Rahmadani, 170403024 (2023) Tradisi Tolak Bala Ditinjau dari Perspektif Dakwah di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Tradisi, tolak bala dan dakwah] Text (Tradisi, tolak bala dan dakwah)
Ressa Rahmadani, 170403024, FDK, MD.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (6MB)

Abstract

Budaya dan Islam merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi. Islam telah mengklasifikasikan budaya menjadi tiga, yaitu budaya yang bertentangan, sebagian bertentangan, dan sama sekali tidak bertentangan dengan Islam. Salah satu budaya atau tradisi yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam adalah tradisi tolak bala dan dapat dijadikan sebagai media dakwah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tradisi tolak bala, persepsi masyarakat terhadap tradisi tolak bala ditinjau dari perspektif dakwah, dan kendala dan dukungan masyarakat Kecamatan Sawang Aceh Selatan terhadap tradisi tolak bala. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), observasi untuk menggali data yang terkait dengan prosesi dan nilai dakwah yang terkandung di dalamnya. Wawancara dengan beberapa tokoh Agama, tokoh masyarakat dan dan pemangku adat. Hasil penelitian 1) Tradisi tolak bala di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan adalah kegiatan rutinitas yang dilakukan oleh Masyarakat Sawang yang dilakukan pada setiap hari Rabu terakhir dalam bulan safar (uroe rabu abeh), 2) Persepsi masyarakat bahwa upacara ini memiliki nilai-nilai yang sangat kuat dalam ajaran agama Islam, seperti rasa syukur dan ketaatan kepada Allah SWT, serta penghargaan terhadap kebersamaan dan solidaritas antara sesama manusia. Selain itu, upacara ini juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam dan mengajak masyarakat untuk mempraktikkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, 3) Tradisi tolak bala masih dianggap penting oleh sebagian besar masyarakat setempat. Namun, ada beberapa kendala yang perlu diperhatikan dalam mempertahankan dan mengembangkan tradisi ini, seperti kurangnya dukungan dari pemerintah setempat dan kurangnya generasi muda yang tertarik untuk mempelajari dan melanjutkan tradisi ini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X7 Filsafat dan Perkembangan > 2X7.2 Dakwah
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > S1 Manajemen Dakwah
Depositing User: Ressa Rahmadani
Date Deposited: 17 Jun 2026 03:14
Last Modified: 17 Jun 2026 03:14
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/57864

Actions (login required)

View Item
View Item