Akbar Ramadhan, 220303097 (2026) Studi Tematik Nilai-Nilai Anti Penyalahgunaan Kekuasaan dalam Kisah Nabi Musa dan Fira’un. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
SKRIPSI AKBAR RAMADHAN FINALL.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (1MB)
Abstract
Penyalahgunaan kekuasaan merupakan fenomena sosial yang berulang dalam sejarah manusia dan kerap melahirkan kesewenang-wenangan, penindasan, serta pelanggaran nilai-nilai kemanusiaan. Al-Qur’an memberikan kritik tegas terhadap praktik kekuasaan zalim melalui kisah para nabi, khususnya kisah Nabi Musa dan Fir’aun yang menggambarkan relasi timpang antara penguasa tiranik dan masyarakat tertindas. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an secara tematik guna mengungkap nilai-nilai anti penyalahgunaan kekuasaan dalam kisah Nabi Musa dan Fir’aun serta merumuskan pesan etis yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode tafsir tematik (mauḍū‘ī). Tahapan penelitian diawali dengan penentuan tema kajian, dilanjutkan dengan penghimpunan dan pengelompokan ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan, kemudian dianalisis secara komprehensif berdasarkan penafsiran para mufasir. Sumber data utama penelitian ini adalah karya-karya tafsir klasik dan kontemporer, seperti Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Miṣbāḥ karya M. Quraish Shihab, dan Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, yang didukung oleh literatur pendamping terkait kisah Al-Qur’an dan konsep kekuasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fir’aun direpresentasikan sebagai simbol penyalahgunaan kekuasaan yang ditandai oleh kesombongan, penindasan, serta kekerasan yang terstruktur dan sistematis. Sebaliknya, Nabi Musa As tampil sebagai figur profetik yang melawan kezaliman melalui kejujuran, etika dialog, keberanian moral, dan keteguhan iman. Nilai-nilai anti penyalahgunaan kekuasaan yang dapat dirumuskan dari kisah ini meliputi integritas dalam menyampaikan kebenaran, pendekatan etis dalam menghadapi penguasa zalim, serta keberanian membela keadilan di tengah tekanan kekuasaan represif. Temuan ini menegaskan bahwa kisah Nabi Musa dan Fir’aun memiliki relevansi lintas zaman sebagai sumber nilai moral dan sosial dalam merespons persoalan kekuasaan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Keywords (Kata Kunci): | Penyalahgunaan kekuasaan, Nabi Musa dan Fir’aun, tafsir tematik, etika kekuasaan, Al-Qur’an. |
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 205 Etika Agama 200 Religion (Agama) > 207 Misi dan Pendidikan Agama 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.6 Kandungan Al-Qur'an > 2X1.61 Cerita-cerita di dalam Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Akbar Ramadhan |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 04:43 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 04:43 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/57918 |
