Pemahaman Penyelenggara Haji di Banda Aceh Terhadap Lafaz Istiṭā‘ah dalam QS. Ali Imran Ayat 97

M Al-Faruqi, 230303152 (2026) Pemahaman Penyelenggara Haji di Banda Aceh Terhadap Lafaz Istiṭā‘ah dalam QS. Ali Imran Ayat 97. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of istiṭā‘ah, ibadah haji, QS. Āli ‘Imrān: 97, tafsir aḥkām, penyelenggaraan haji.] Text (istiṭā‘ah, ibadah haji, QS. Āli ‘Imrān: 97, tafsir aḥkām, penyelenggaraan haji.)
BAB I-V - PEMAHAMAN PENYELENGGARA HAJI DI BANDA ACEH TERHADAP LAFAZ ISTIṬĀ (1).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (5MB)

Abstract

Istiṭā‘ah merupakan syarat normatif kewajiban ibadah haji sebagaimana ditegaskan dalam QS. Āli ‘Imrān ayat 97, yang dalam khazanah tafsir dan fikih dipahami sebagai kemampuan finansial, ketersediaan sarana perjalanan, kesehatan jasmani, kesiapan ruhani, serta keamanan perjalanan. Namun, dalam penyelenggaraan haji modern, konsep istiṭā‘ah mengalami transformasi makna melalui sistem regulasi negara dan kebijakan kesehatan publik, sehingga dioperasionalkan sebagai instrumen administratif dalam penilaian kelayakan jemaah. Pergeseran ini menimbulkan kesenjangan antara pemaknaan normatif istiṭā‘ah dalam teks-teks keagamaan dengan praktik implementatifnya dalam sistem penyelenggaraan haji. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan lafaz istiṭā‘ah dalam QS. Āli ‘Imrān ayat 97 menurut para mufassir serta mengkaji implementasinya dalam penyelenggaraan ibadah haji di Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan studi kualitatif lapangan berbasis kajian tafsir dengan metode bayānī dan tafsir aḥkām, menggunakan data wawancara dan dokumentasi regulasi haji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mufasir memaknai istiṭā‘ah sebagai kemampuan yang mencakup aspek fisik, finansial, keamanan perjalanan, dan kesiapan spiritual. Pemahaman penyelenggara haji di kota Banda Aceh memaknai istiṭā‘ah secara fungsional dan administratif sebagai standar kelayakan yang dioperasionalkan melalui regulasi negara, di mana istiṭā‘ah finansial dipahami sebagai kemampuan pelunasan BIPIH, istiṭā‘ah kesehatan sebagai hasil pemeriksaan medis (siskohatkes), sedangkan aspek kendaraan dan keamanan dilembagakan melalui sistem layanan haji nasional. Kata Kunci : istiṭā‘ah, ibadah haji, QS. Āli ‘Imrān: 97, tafsir aḥkām, penyelenggaraan haji.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: M Al-Faruqi
Date Deposited: 29 Jun 2026 08:40
Last Modified: 29 Jun 2026 08:40
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/58018

Actions (login required)

View Item
View Item