Al-Simātu al-Sawtiyyah bi al-Lughah al-‘Arabiyyah ‘inda Rūmān Jākubsun. (Dirāsah Taṭbīqiyyah ladā Ṭālibāti al-Sanah al-Khāmisah bi Ma‘had al-Manār al- Ḥadīts Atshiyah Būsar)

Raudhatussoufa, 220502011 (2026) Al-Simātu al-Sawtiyyah bi al-Lughah al-‘Arabiyyah ‘inda Rūmān Jākubsun. (Dirāsah Taṭbīqiyyah ladā Ṭālibāti al-Sanah al-Khāmisah bi Ma‘had al-Manār al- Ḥadīts Atshiyah Būsar). 'A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, 15 (2). pp. 1-17. ISSN 2657-2206 (Submitted)

[thumbnail of Al-Simātu al-Sawtiyyah bi al-Lughah al-‘Arabiyyah ‘inda Rūmān Jākubsun. (Dirāsah Taṭbīqiyyah ladā Ṭālibāti al-Sanah al-Khāmisah bi Ma‘had al-Manār al- Ḥadīts Atshiyah Būsar)] Text (Al-Simātu al-Sawtiyyah bi al-Lughah al-‘Arabiyyah ‘inda Rūmān Jākubsun. (Dirāsah Taṭbīqiyyah ladā Ṭālibāti al-Sanah al-Khāmisah bi Ma‘had al-Manār al- Ḥadīts Atshiyah Būsar))
artikel jurnal sesuai templete ajamiy wm uin.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan fonologis dalam pelafalan bahasa Arab antara penutur asli bahasa Arab dan penutur bahasa Indonesia dengan menggunakan teori ciri-ciri pembeda (distinctive features) Roman Jakobson. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi kesalahan pelafalan bunyi-bunyi bahasa Arab yang memiliki karakteristik khusus, seperti bunyi emfatik, faringal, dan uvular, yang tidak terdapat dalam sistem fonologi bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan dominasi kualitatif dan dukungan kuantitatif deskriptif. Data diperoleh melalui tes pelafalan berupa pembacaan teks puisi Arab, observasi langsung, serta wawancara terstruktur terhadap santriwati kelas V di Pesantren Al-Manar, Banda Aceh. Rekaman pelafalan penutur asli bahasa Arab digunakan sebagai acuan standar, sedangkan rekaman pelafalan santriwati dianalisis secara fonetik dan fonologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penutur bahasa Indonesia mengalami kesulitan mempertahankan ciri fonologis tertentu dalam bahasa Arab, seperti ciri [+emphatic], [+posterior], [+continuant], dan [- nasal]. Kesalahan yang dominan meliputi substitusi fonem (misalnya /س/ → /ص/ dan / → /ق ك//), penghilangan bunyi faringal (seperti /ع/), serta munculnya kebocoran nasal pada bunyi- bunyi yang seharusnya bersifat oral. Temuan ini mengindikasikan adanya interferensi sistem fonologi bahasa Indonesia terhadap pelafalan bahasa Arab. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam kajian fonologi perbandingan serta kontribusi praktis bagi pengajaran pelafalan bahasa Arab bagi penutur bahasa Indonesia.

Item Type: Article
Keywords (Kata Kunci): Fonologi Arab, Interferensi Fonologis, Distinctive Features, Roman Jakobson
Subjects: 400 Languages (Bahasa) > 490 Other Languages (Bahasa-bahasa Lain)
800 Literature (Sastra) > 890 Other Literatures (Kesusastraan Lain-lain) > 892 Sastra Afro-Asia > 892.7 Sastra Bahasa-bahasa Arab dan Maltes
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Raudha Tussoufa
Date Deposited: 29 Jun 2026 08:11
Last Modified: 29 Jun 2026 08:11
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/58089

Actions (login required)

View Item
View Item