Nasionalisme Inklusif Pramoedya Ananta Toer: Refleksi Kritis Terhadap Kontestasi Identitas Politik Aceh Pascakonflik

Istiqamah, 220801011 (2026) Nasionalisme Inklusif Pramoedya Ananta Toer: Refleksi Kritis Terhadap Kontestasi Identitas Politik Aceh Pascakonflik. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Nasionalisme Inklusif, Pramoedya Ananta Toer, Identitas Politik, Aceh Pascakonflik] Text (Nasionalisme Inklusif, Pramoedya Ananta Toer, Identitas Politik, Aceh Pascakonflik)
organized (24).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi memahami nasionalisme inklusif sebagai konsep alternatif dalam menyikapi dinamika identitas politik Indonesia, khususnya di wilayah yang mengalami konflik berkepanjangan seperti Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep nasionalisme inklusif tercermin dalam pemikiran politik Pramoedya Ananta Toer melalui novel Anak Semua Bangsa, serta bagaimana refleksi kritis atas konsep tersebut dapat menawarkan perspektif alternatif dalam memahami kontestasi identitas politik Aceh pascakonflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan, melalui teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan analisis wacana kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasionalisme inklusif Pramoedya dibangun atas tiga pilar utama: (1) solidaritas lintas etnis yang menolak hierarki rasial kolonial, (2) kemanusiaan universal sebagai basis perjuangan politik, dan (3) kritik terhadap feodalisme serta nasionalisme berbasis kelas elite. Refleksi kritis terhadap kondisi Aceh pascakonflik mengungkapkan relevansi prinsip solidaritas lintas etnis dalam mengkritisi dominasi etnis Aceh yang cenderung memarginalisasi kelompok minoritas, sekaligus relevansi nilai kemanusiaan universal dalam menyoroti inkonsistensi sikap masyarakat terhadap pengungsi Rohingya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nasionalisme inklusif Pramoedya menawarkan perspektif alternatif yang menegaskan bahwa pembangunan bangsa yang sejati harus berlandaskan pada pengakuan keberagaman, keadilan struktural, dan solidaritas kemanusiaan universal, bukan pada dominasi satu kelompok atas kelompok lainnya. Kata Kunci: Nasionalisme Inklusif, Pramoedya Ananta Toer, Identitas Politik, Aceh Pascakonflik

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords (Kata Kunci): Nasionalisme Inklusif, Pramoedya Ananta Toer, Identitas Politik, Aceh Pascakonflik
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 320 Political and Government Science (Ilmu Politik dan Pemerintahan)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan > S1 Ilmu Politik
Depositing User: Istiqamah
Date Deposited: 30 Jun 2026 08:10
Last Modified: 30 Jun 2026 08:10
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/58093

Actions (login required)

View Item
View Item