Analisis Tingkat Kemampuan Pelaku Usaha Mikro untuk Penyewaan Lapak Makanan di Warung Kopi Menurut Konsep Ujrah pada Akad Ijârah Ala Al-Manâfi di Kota Banda Aceh (Studi tentang Cash Flow Usaha dan Harga Sewa Lapak di Ata Kopi)

Muhammad Ihsan Alfarabi, 210102156 (2026) Analisis Tingkat Kemampuan Pelaku Usaha Mikro untuk Penyewaan Lapak Makanan di Warung Kopi Menurut Konsep Ujrah pada Akad Ijârah Ala Al-Manâfi di Kota Banda Aceh (Studi tentang Cash Flow Usaha dan Harga Sewa Lapak di Ata Kopi). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

[thumbnail of Tingkat  Kemampuan,  Pelaku  Usaha  Mikro,  Ujrah,  Akad Ijârah ‘ala al-manâfi, Cash Flow, Harga Sewa Lapak.] Text (Tingkat Kemampuan, Pelaku Usaha Mikro, Ujrah, Akad Ijârah ‘ala al-manâfi, Cash Flow, Harga Sewa Lapak.)
Muhammad Ihsan Alfarabii, 210102156, FSH, HES.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (5MB)

Abstract

Warung Kopi Ata Kopi di Kota Banda Aceh merupakan tempat strategis yang menyediakan lapak bagi pelaku usaha mikro untuk berjualan makanan. Perubahan sistem pembayaran sewa dari harian sebesar Rp50.000 menjadi bulanan sebesar Rp1.500.000 menimbulkan permasalahan terkait kemampuan finansial pedagang dalam memenuhi kewajiban Ujrah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan pelaku usaha mikro dalam memenuhi kewajiban Ujrah, meninjau kesesuaian praktik penyewaan dengan konsep Ujrah pada akad ijârah ‘ala al-manâfi, serta mengkaji implikasi kenaikan harga sewa terhadap keberlangsungan usaha pedagang. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif sosiologis dengan metode kualitatif deskriptif analisis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pedagang dan pengelola, serta dokumentasi terkait praktik penyewaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemampuan pedagang dalam memenuhi kewajiban Ujrah sangat bervariasi. Pedagang dengan omset tinggi mampu membayar sewa bulanan, namun pedagang dengan pendapatan tidak stabil mengalami kesulitan signifikan. Tinjauan konsep Ujrah menunjukkan bahwa penetapan harga sewa belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan dan proporsionalitas karena dilakukan secara sepihak tanpa musyawarah. Implikasi kenaikan harga sewa sangat merugikan pelaku usaha mikro, terbukti dengan banyaknya lapak yang tutup dan digantikan pedagang baru. Dalam perspektif akad ijârah ‘ala al-manâfi, penetapan Ujrah idealnya harus mempertimbangkan kemampuan finansial penyewa dan dilakukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak untuk mewujudkan keadilan dan kemaslahatan bersama.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.223 Sewa Menyewa (Ijarah)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Muhammad Ihsan Alfarabi
Date Deposited: 09 Jul 2026 08:39
Last Modified: 09 Jul 2026 08:39
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/58207

Actions (login required)

View Item
View Item