Muhammad Haikal, 241006016 (2026) Durasi Iddah Wanita Dalam Al-Qur'an Dan Relevansinya Dengan Penemuan Ilmiah. Tesis thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Revisi Tesis Word M. Haikal, M.Ag.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (1MB)
Abstract
Al-Qur’an menetapkan adanya perbedaan durasi iddah wanita, seperti iddah karena wafat suami dan talak; setelah digauli dan masih mengalami siklus haid, menopause, belum haid serta kehamilan. Perbedaan durasi tersebut kerap dipahami secara normatif; tafsir, hukum dan sosiologis, sementara hikmah rasional dan relevansinya dengan temuan ilmiah belum banyak dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an tentang durasi iddah wanita serta mengkaji relevansinya dengan penemuan ilmiah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an tentang iddah, kitab-kitab tafsir serta hasil penelitian ilmiah yang relevan dengan kesehatan reproduksi dan kondisi psikologis perempuan. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran durasi iddah dalam Al-Qur’an melahirkan variasi pemahaman, seperti perbedaan makna lafaz qurū’ antara haid dan suci yang berimplikasi pada fleksibitas teknis penentuan masa iddah talak wanita setelah digauli dan masih mengalami siklus haid, sementara pada iddah wafat ditetapkan secara pasti selama empat bulan sepuluh hari dengan penekanan pada dimensi berkabung, sedangkan bagi wanita yang ditalak dalam kondisi menopause dan belum haid ditetapkan selama tiga bulan sebagai pengganti siklus biologis dan pada wanita hamil berakhir dengan kelahiran. Seluruh ketentuan durasi tersebut berorientasi pada tujuan utama berupa pembersihan rahim, penjagaan nasab, serta pemberian masa transisi psikologis bagi perempuan. Selain itu, ditemukan bahwa ketentuan durasi iddah memiliki relevansi yang kuat dengan penemuan ilmiah modern, baik dalam aspek psikologis—seperti grief and healing process—maupun aspek biologis, seperti amenore, potensi kehamilan 2-9% wanita menopause dan belum haid, deteksi detak jantung janin pada 18-20 minggu kehamilan hingga pencegahan HIV/AIDS dan kanker serviks pada sistem reproduksi wanita. Dengan demikian, iddah tidak hanya berfungsi sebagai ketentuan normatif, tetapi memiliki dasar biologis dan psikologis yang logis dari sudut pandang penemuan ilmiah.
| Item Type: | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.6 Kandungan Al-Qur'an |
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Muhammad Haikal |
| Date Deposited: | 17 Jul 2026 08:14 |
| Last Modified: | 17 Jul 2026 08:14 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/58525 |
