Peran Aparatur Gampong Turue Cut Kecamatan Mane Kabupaten Pidie Terhadap Penanggulangan Zina Menurut Al-Qur'an

Putri Enjelina, 220303091 (2026) Peran Aparatur Gampong Turue Cut Kecamatan Mane Kabupaten Pidie Terhadap Penanggulangan Zina Menurut Al-Qur'an. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Zina, Aparatur Gampong, Perspektif Al-Qur'an, Pengendalian Sosial, Hukum Adat Aceh.] Text (Zina, Aparatur Gampong, Perspektif Al-Qur'an, Pengendalian Sosial, Hukum Adat Aceh.)
organized (21).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB)

Abstract

Zina merupakan perbuatan maksiat yang secara tegas dilarang dalam Al-Qur’an karena bertentangan dengan tujuan syari’at Islam, terutama dalam menjaga kehormatan, keturunan, dan ketertiban sosial. Larangan ini tidak hanya mencakup perbuatan zina, tetapi juga segala bentuk perilaku yang mengantarkannya. Meskipun Gampong Turue Cut dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai-nilai syari’at Islam dan adat Aceh, realitas sosial menunjukkan masih ditemukannya kasus zina, sehingga menegaskan pentingnya peran aparatur gampong dalam menjaga moralitas dan ketertiban masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran aparatur gampong dalam menanggulangi zina, menelaah relevansinya dengan ajaran Al-Qur’an, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitik melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan kerangka teori applying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aparatur Gampong Turue Cut menjalankan peran preventif, represif, dan kuratif. Peran preventif dilakukan melalui pengawasan sosial, pembinaan keagamaan, dan sosialisasi nilai moral. Peran represif diwujudkan melalui penegakan adat dan aturan lokal, termasuk pemberian sanksi adat secara bertahap. Adapun peran kuratif dilakukan melalui pembinaan dan penyelesaian kasus secara musyawarah dengan melibatkan keluarga pelaku dan tokoh masyarakat. Praktik tersebut pada dasarnya sejalan dengan ajaran Al-Qur’an tentang larangan mendekati zina, namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pengawasan, faktor internal masyarakat, dan inkonsistensi penerapan aturan, sehingga diperlukan penerapan ajaran Al-Qur’an yang lebih konsisten, kontekstual, dan kolaboratif di tingkat gampong.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 301 Sosiologi dan antropologi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Putri Enjelina
Date Deposited: 20 Jul 2026 04:23
Last Modified: 20 Jul 2026 04:23
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/58527

Actions (login required)

View Item
View Item