Integrasi Nasional Indonesia di Aceh (1930-1945)

Muhammad Azwar, 180501123 (2025) Integrasi Nasional Indonesia di Aceh (1930-1945). Skripsi thesis, Universitas Islam Negri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Integrasi Nasional Indonesia, Aceh, Nasionalisme, Identitas Keacehan, Sejarah Sosial, Pasifikasi Aceh] Text (Integrasi Nasional Indonesia, Aceh, Nasionalisme, Identitas Keacehan, Sejarah Sosial, Pasifikasi Aceh)
SKRIPSI MUHAMMAD AZWAR 180501123_watermark (5).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (7MB)

Abstract

Selama lebih dari empat abad, Kesultanan Aceh Darussalam menjadi pusat ilmu pengetahuan, kekuatan maritim, militer, dan politik di Asia Tenggara. Saat bangsa-bangsa lain di Asia dan Afrika jatuh di bawah kolonisasi Eropa pada kurun abad ke-16 hingga ke-19, Aceh tetap berdiri sebagai negara berdaulat seperti layaknya negara-negara berdaulat di dunia hari ini. Di sisi lain rakyat Aceh juga memiliki identitas nasional yang kuat sebagai sebuah bangsa. Ketika Belanda telah menguasai sebagian besar Asia Maritim, bangsa Aceh terus berjuang mempertahankan kemerdekaannya hingga akhirnya ditaklukkan secara militer. Namun, ketika bangsa-bangsa bekas jajahan Eropa di Asia dan Afrika memperoleh kemerdekaannya pasca Perang Dunia II, para elit sosial Aceh memilih untuk bergabung dengan republik yang baru lahir, Indonesia. Sebuah keputusan yang tampaknya bertentangan dengan sejarah panjang kemandiriannya. Oleh karena itu penelitian ini ditulis untuk menjelaskan kondisi sosial, budaya, paradigma dan aspek ideologis rakyat Aceh sebelum terjadinya proses integrasi nasional Indonesia di Aceh; kemudian untuk mendeskripsikan Konsep Integrasi Nasional Indonesia; serta untuk mendeskripsikan proses integrasi nasional Indonesia di Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi berarti penyatuan paradigma dan aspek ideologis berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam satu kesatuan wilayah dan identitas nasional. Identitas nasional Indonesia pada dasarnya merupakan warisan dari identitas dan struktur kolonial Hindia Belanda, yang terbentuk melalui proses panjang dominasi politik, militer, dan administratif sejak abad ke-19. Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tahun 1945 sebenarnya merupakan kelanjutan dari sistem administrasi kolonial yang telah ada sebelumnya. Dengan kata lain, integrasi nasional Indonesia pada dasarnya adalah kelanjutan dari integrasi kolonial atas wilayah Hindia Belanda. Bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Untuk wilayah yang membentang dari Sumatera Utara hingga Papua, proses integrasi ini sepenuhnya tercapai pada dekade kedua abad ke-20. Sementara di wilayah Aceh, proses integrasi baru mulai berlangsung pada tahun 1930 sebagai dampak dari kebijakan pasifikasi Aceh dan peran aktif kaum pergerakan nasional di wilayah tersebut. Kedua faktor ini berperan dalam membangun lembaga-lembaga pendidikan baru yang melahirkan generasi baru Aceh dengan paradigma baru yang telah kehilangan identitas nasionalnya sebagai bangsa Aceh.

Kata Kunci: Integrasi Nasional Indonesia, Aceh, Nasionalisme, Identitas Keacehan, Sejarah Sosial, Pasifikasi Aceh.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords (Kata Kunci): Integrasi Nasional Indonesia, Aceh, Nasionalisme, Identitas Keacehan, Sejarah Sosial, Pasifikasi Aceh.
Subjects: 900 Geography and History > 950 General History of Asia (Sejarah Umum Asia)
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Muhammad Azwar
Date Deposited: 12 Aug 2026 09:05
Last Modified: 12 Aug 2026 09:05
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59098

Actions (login required)

View Item
View Item