Miratil Hayati, 220305031 (2026) Kepercayaan Dan Rasionalitas Rajah Dalam Perspektif Masyarakat (Studi Kasus Di Gampong Sejahtera, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Miratil Hayati, 220305031, FUF,PSA.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (2MB)
Abstract
Rajah merupakan salah satu tradisi budaya yang masih bertahan dalam kehidupan masyarakat Aceh di tengah arus modernisasi, perkembangan pendidikan, serta meningkatnya akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena secara teoritis modernisasi sering dikaitkan dengan menguatnya pola pikir secara logika, namun dalam kenyataannya sebagian masyarakat masih mempertahankan kepercayaan terhadap rajah sebagai bagian dari kehidupan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalitas masyarakat dalam mempercayai rajah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan kepercayaan tersebut di Gampong Sejahtera, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, praktisi rajah, serta masyarakat pengguna rajah. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Gampong Sejahtera tidak sepenuhnya memandang rajah sebagai benda yang memiliki kekuatan magis, melainkan sebagai media ikhtiar, sarana doa, dan bentuk perlindungan yang diyakini tetap bergantung pada kekuasaan Allah Swt. Rasionalitas masyarakat dalam mempercayai rajah dibangun melalui pengalaman nyata, manfaat yang dirasakan secara langsung, pengaruh sosial dari lingkungan sekitar, serta pengaruh nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini juga menemukan bahwa keberlanjutan kepercayaan terhadap rajah dipengaruhi oleh tradisi keluarga, lingkungan sosial, peran tokoh agama dan praktisi rajah, faktor pendidikan, perkembangan teknologi informasi, perbedaan pandangan antargenerasi, serta kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, rajah tidak hanya merepresentasikan warisan budaya lokal, tetapi juga menunjukkan adanya proses negosiasi antara tradisi, agama, dan rasionalitas dalam kehidupan masyarakat modern saat ini.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 301 Sosiologi dan antropologi |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Sosiologi Agama |
| Depositing User: | Miratil Hayati |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 07:17 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 07:17 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59363 |
