Ketangguhan Iman Asiyah Dan Maryam Dalam Al- Qur’an: Kajian Tafsir Maudu’i Dan Relevansinya Bagi Muslimah Modern

Fitri, 230303157 (2026) Ketangguhan Iman Asiyah Dan Maryam Dalam Al- Qur’an: Kajian Tafsir Maudu’i Dan Relevansinya Bagi Muslimah Modern. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Ketangguhan Iman Asiyah Dan Maryam Dalam Al- Qur’an: Kajian Tafsir Maudu’i Dan Relevansinya Bagi Muslimah Modern] Text (Ketangguhan Iman Asiyah Dan Maryam Dalam Al- Qur’an: Kajian Tafsir Maudu’i Dan Relevansinya Bagi Muslimah Modern)
organized (1).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB)

Abstract

Al-Qur’an secara ideal menetapkan sosok Asiyah dan Maryam sebagai teladan utama ketangguhan iman yang mampu mempertahankan keagungan tauhid, kesucian moral, serta resiliensi spiritual di tengah impitan kezaliman dan ujian sosial yang berat. Namun realitasnya sebagian muslimah modern justru mengalami krisis spritual dan degradasi moral saat berhadapan dengan tekanan era kontemporer, sebagaimana tercermin dari maraknya fenomena sosial seperti kasus prostitusi daring hingga pembuangan bayi. Kesenjangan antara keteladanan Qur'ani yang ideal dan krisis moral-spiritual yang terjadi di masyarakat ini melatarbelakangi tujuan penelitian ini untuk menganalisis dimensi ketangguhan iman Asiyah dan Maryam dalam Al-Qur'an serta merumuskan relevansinya bagi muslimah modern. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan metode tafsir maudu'i. Data bersumber dari Al- Qur'an, kitab-kitab tafsir, serta literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketangguhan iman Asiyah (tercantum dalam QS. al- Qaṣaṣ 28: 9 dan QS. al-Taḥrīm 66: 11) tercermin pada keberanian berdiplomasi menyelamatkan Nabi Musa dan keteguhan mempertahankan tauhid di bawah tekanan kekuasaan Fir'aun. Sementara ketangguhan Maryam (tersebar dalam 12 ayat di surah Āli 'Imrān, al-Nisā', Maryam, dan al- Taḥrīm) terwujud melalui kesucian diri, ketaatan beribadah, serta resiliensi mental-spiritual saat menghadapi fitnah sosial. Nilai ketangguhan Asiyah memberikan relevansi berupa integritas iman, kemandirian spiritual, dan keberanian menolak kezaliman. Sedangkan nilai keteladanan Maryam menekankan integritas moral, kebijaksanaan menghadapi perundungan digital, dan kedaulatan spiritual berlandaskan ketakwaan. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan nilai-nilai tersebut sebagai fondasi pendidikan karakter, dakwah, dan pembinaan muslimah di era kontemporer.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Fitri Fitri
Date Deposited: 22 Aug 2026 01:38
Last Modified: 22 Aug 2026 07:42
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59420

Actions (login required)

View Item
View Item