Upaya Aparatur Gampong Dalam Pembinaan Kesadaran Berbusana Syar'i Masyarakat Gampong Lampeudaya, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar.

Ruly Ikhwan, 220201063 (2026) Upaya Aparatur Gampong Dalam Pembinaan Kesadaran Berbusana Syar'i Masyarakat Gampong Lampeudaya, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Membahas Tentang Upaya Aparatur Gampong Dalam Pembinaan Berbusana Syar'i] Text (Membahas Tentang Upaya Aparatur Gampong Dalam Pembinaan Berbusana Syar'i)
Repositori Ruly FTK, IP.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (20MB)

Abstract

Globalisasi dan modernisasi mengubah cara hidup masyarakat, termasuk dalam hal cara berpakaian yang dianggap sopan. Realitas sosial di Gampong Lampeudaya, Kecamatan Darussalam menunjukkan fakta bahwa masih banyak warga yang belum mematuhi aturan berpakaian yang sesuai dengan syariat. Padahal secara struktur, aparatur Gampong setempat memiliki tanggung jawab penuh untuk terus membina dan mengingatkan warga agar terus mematuhi syari’at Islam. Kesenjangan antara aturan yang sudah ada dengan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah menjadi dasar utama dari penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang telah dilakukan oleh pihak Gampong Lampeudaya dalam pembinaan kesadaran masyarakat tentang berbusana syar’i, serta menemukan faktor penghambat atau penghambat proses pembinaan tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian di lapangan yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga metode utama yaitu observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Semua data yang valid dan telah dikumpulkan kemudian dianalisis agar dapat mengetahui berbagai fenomena sosial dengan lebih jelas dan lengkap. Hasil penelitian menyimpulkan Pertama, upaya pihak Aparatur Gampong dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang busana yang sesuai syariat telah berjalan dengan baik. Langkah ini dilakukan dengan memberikan teguran lisan secara langsung kepada masyarakat yang melanggar aturan. Selain itu, pembinaan juga dilakukan dengan memberikan nasihat dalam kegiatan pengajian rutin yang diadakan setiap hari Kamis dan Jumat. Kedua, pelaksanaan pembinaan ini sangat di pengaruhi oleh faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung antara lain adanya tempat untuk majelis pengajian dan tindakan nyata dari pihak yang berwenang. Di sisi lain, adapun faktor penghambat, seperti tingkat pemahaman agama yang rendah dikalangan sebagian masyarakat, kurangnya pengawasan dan dukungan dari orang tua serta tidak adanya sanksi tegas yang bisa membuat pelaku pelanggaran aturan busana syariat Islam menjadi lebih taat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 307 Komunitas > 307.72 Komunitas Pedesaan
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > S1 Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Ruly Ikhwan
Date Deposited: 27 Aug 2026 09:27
Last Modified: 27 Aug 2026 09:27
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/59826

Actions (login required)

View Item
View Item