Strategi Pemanfaatan Koleksi Untuk Meningkatkan Akses Dan Pelestarian Naskah Kuno Di Pedir Museum

Nauval Agil Perdana, 220201095 (2026) Strategi Pemanfaatan Koleksi Untuk Meningkatkan Akses Dan Pelestarian Naskah Kuno Di Pedir Museum. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

[thumbnail of Strategi Pemanfaatan Koleksi Untuk Meningkatkan Akses Dan Pelestarian Naskah Kuno Di Pedir Museum] Text (Strategi Pemanfaatan Koleksi Untuk Meningkatkan Akses Dan Pelestarian Naskah Kuno Di Pedir Museum)
SKRIPSI (NAUVAL AGIL PERDANA).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena kemerosotan akhlak berpakaian di kalangan remaja akibat arus globalisasi, pengaruh media sosial, serta derasnya tren mode yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai syariat Islam. Provinsi Aceh sebagai daerah yang menerapkan Syariat Islam secara formal, melalui Qanun Nomor 11 Tahun 2002, mewajibkan seluruh penduduknya, termasuk remaja, untuk berpakaian secara Islami. Namun, di Gampong Lamgugob Kota Banda Aceh masih ditemukan remaja yang berpakaian tidak sesuai ketentuan syariat, seperti mengenakan pakaian ketat, transparan, dan tidak menutup aurat dengan sempurna. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya Pemerintah Gampong dan orang tua dalam membina akhlak berpakaian remaja, serta apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling, meliputi Keuchik, Ibu Keuchik/Ketua PKK, Imum Gampong, dan orang tua remaja. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan dilakukan melalui dua jalur, yaitu Pemerintah Gampong melalui forum keagamaan dan pengawasan bersama Wilayatul Hisbah, serta orang tua melalui penanaman nilai, aturan, keteladanan, dan nasihat personal, meskipun Gampong Lamgugob belum memiliki reusam tertulis. Faktor pendukung meliputi nilai adat dan syariat, Qanun Aceh, kegiatan keagamaan, serta kesadaran keluarga, sedangkan faktor penghambat meliputi ketiadaan regulasi tertulis, pengaruh media sosial, minimnya sanksi tegas, serta kesibukan orang tua. Dapat disimpulkan bahwa pembinaan akhlak berpakaian remaja di Gampong Lamgugob bersifat preventif dan kuratif dengan sinergi yang cukup baik antara Pemerintah Gampong dan orang tua, namun pelaksanaannya masih bertumpu pada kesadaran sosial, belum pada regulasi formal yang mengikat di tingkat gampong.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 000 Computer Science, Information and System > 020 Ilmu Perpustakaan dan Informasi > 025 Operasi Perpustakaan, Arsip, Pusat Informasi > 025.2 Akuisisi dan Pengembangan Koleksi
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > S1 Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Unnamed user with email 220201095@student.ar-raniry.ac.id
Date Deposited: 31 Aug 2026 02:29
Last Modified: 31 Aug 2026 02:29
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60015

Actions (login required)

View Item
View Item